TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Penampilan Hanabelle Sawyer, pemegang gelar The Young Ambassador of Indonesia, berhasil mencuri perhatian dalam malam Grand Final Pemilihan Putra-Putri Sriwijaya (PPS) 2026 di Hotel Aryaduta, Palembang, Sabtu (1/8/2026) malam.
Meski baru ditunjuk sebagai bintang tamu sehari sebelum acara, pelajar asal Palembang itu mampu memberikan penampilan terbaiknya di hadapan para tamu undangan.
Hanabelle mengaku tidak menyangka mendapat kepercayaan untuk mengisi acara bergengsi tersebut. Penunjukan itu diterimanya secara mendadak, hanya H-1 sebelum pelaksanaan.
"Jujur, Hanabelle kaget, tapi juga bahagia. Rasanya campur aduk karena ini kesempatan yang luar biasa, tapi di sisi lain ada tanggung jawab besar untuk memberikan penampilan terbaik," kata Hanabelle, Minggu (2/8/2026).
Meski persiapannya singkat, Hanabelle tetap menjalani seluruh tahapan yang dibutuhkan sebelum naik ke atas panggung. Mulai dari menyiapkan kostum, tata rias, dan rambut, hingga melakukan cek sound, uji coba panggung, pemasangan mikrofon, serta ear monitor.
"Semua harus dipastikan siap supaya saat tampil bisa maksimal," kata Hanabelle yang merupakan The Best Talent Puteri Anak Indonesia 2025.
Dalam kesempatan itu, Hanabelle membawakan dua lagu, yakni Never Enough dan Bridge Over Troubled Water. Menurutnya, kedua lagu tersebut dipilih karena memiliki pesan yang kuat dan sesuai dengan suasana acara.
Ia menjelaskan, lagu Never Enough dipilih karena memberikan kesan megah, emosional, sekaligus memotivasi untuk terus mengejar mimpi dan berani bersinar.
Sementara Bridge Over Troubled Water dipersembahkan sebagai lagu yang membawa pesan tentang kepedulian dan menjadi penguat bagi orang lain ketika menghadapi kesulitan.
Meski usianya masih belia, Hanabelle telah memiliki pengalaman tampil di berbagai ajang nasional. Salah satu penampilan yang paling berkesan baginya adalah saat menjadi pengisi acara pada Grand Final Miss Chinese Indonesia.
"Acara itu dipersiapkan sangat matang dari jauh-jauh hari dan atmosfernya luar biasa. Itu menjadi pengalaman yang sangat berkesan," kata Miss Cilik Indonesia 2024.
Untuk menjaga kualitas vokal, Hanabelle rutin berlatih secara mandiri maupun bersama pelatih vokalnya, Nando Hutajulu, di Capella Studio.
Di tengah aktivitasnya sebagai penyanyi muda, Hanabelle tetap memprioritaskan pendidikan. Pelajar SMP Kusuma Bangsa Palembang itu mengaku memiliki jadwal yang padat, sehingga harus pandai mengatur waktu.
"Yang utama tetap sekolah nomor satu. Hanabelle ingin mendapatkan nilai terbaik sambil tetap bisa menyeimbangkan hobi menyanyi. Semua jadwal dicatat di buku agenda supaya tidak bertabrakan," katanya.
Putri pasangan Raymond George Sawyer dan Juliet Sawyer ini bercita-cita ingin menjadi sosok profesional seperti ayahnya. Baginya, profesionalisme merupakan salah satu kunci menuju kesuksesan.
"Profesional itu kompeten, punya integritas, dan bisa dipercaya. Datang tepat waktu, menepati janji, sopan kepada semua orang, terus belajar, menjaga penampilan dan komunikasi, serta bisa memisahkan urusan pribadi dengan pekerjaan," jelasnya.
Hanabelle Sawyer yang lahir di Palembang pada 27 Maret 2014 ini memiliki dua kewarganegaraan, yaitu Indonesia dan Australia.
Hanabelle menambahkan bahwa ia baru menerima gelar The Young Ambassador of Indonesia pada Juli 2026 di Jakarta dari Yayasan Duta Anak Indonesia.
Gelar tersebut semakin mengukuhkan kiprahnya sebagai talenta muda yang mengharumkan nama Indonesia di bidang seni dan duta anak.
Ikuti dan Bergabung di Saluran WhatsApp TribunSumsel.com