SURYA.CO.ID BLITAR - SMKS Islam 1 Kota Blitar menghadirkan manfaat nyata pendidikan vokasi dengan menggelar pelatihan mekanik dasar bagi enam anggota Disabilitas Motor Indonesia (DMI) Blitar pada 31 Juli–1 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi bersama PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim), distributor sepeda motor Honda wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur.
Selama dua hari pelatihan, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik dasar perawatan sepeda motor. Mereka diajarkan cara memeriksa oli mesin, kondisi busi, sistem pengereman, tekanan angin ban, hingga pengecekan komponen keselamatan sebelum berkendara.
Materi disampaikan menggunakan metode pembelajaran sederhana, interaktif, dan lebih banyak praktik sehingga mudah dipahami seluruh peserta.
Baca juga: Kisah Inspiratif Alumnus Unesa Dirikan Sekolah Modelling Khusus Penyandang Disabilitas
Pelatihan dipandu tim pengajar Program Keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM) SMKS Islam 1 Kota Blitar. Salah satunya Made Kusbanu, yang merupakan peraih penghargaan kompetisi guru vokasi tingkat nasional.
Saat ini MPM Honda Jatim membina 100 SMK penyelenggara Program Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) Honda di Jawa Timur sebagai bagian dari penguatan pendidikan vokasi.
SMKS Islam 1 Kota Blitar menjadi salah satu sekolah binaan yang telah memiliki Tempat Uji Kompetensi (TUK) Astra Honda.
Melalui kompetensi yang dimiliki, sekolah tidak hanya fokus pada proses belajar mengajar di kelas, tetapi juga aktif membagikan ilmu kepada masyarakat melalui pelatihan mekanik dasar bagi komunitas DMI Blitar.
Kepala SMKS Islam 1 Kota Blitar Gigih Widiyanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi sekolah vokasi kepada masyarakat.
Baca juga: DPRD Jawa Timur Percepat Pembentukan Raperda Hak Penyandang Disabilitas
"Melalui semangat Sinergi Bagi Negeri, kami ingin kompetensi yang dimiliki sekolah dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Pendidikan vokasi tidak hanya mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi juga hadir untuk berbagi ilmu dan keterampilan kepada masyarakat," ujar Drs. H. Gigih Widiyanto, M.Pd.
Selama pelatihan, peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mempraktikkan langsung pemeriksaan dasar sepeda motor dengan pendampingan instruktur.
Salah seorang peserta, Angga, mengaku pelatihan tersebut sangat membantu menambah pengetahuan mengenai perawatan kendaraan.
"Pelatihan ini sangat bermanfaat. Saya jadi lebih memahami cara memeriksa oli, busi, rem, dan komponen dasar sepeda motor. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut," ujar Angga, anggota DMI Blitar.
Melalui kegiatan tersebut, SMKS Islam 1 Kota Blitar kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang tidak hanya mencetak lulusan kompeten, tetapi juga aktif memberdayakan masyarakat melalui transfer kompetensi.
Sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan komunitas diharapkan mampu membuka lebih banyak kesempatan belajar, meningkatkan keterampilan, sekaligus mewujudkan pendidikan vokasi yang semakin inklusif dan berdampak bagi masyarakat.