Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Luncurkan Program Infiltrasi Biopori di Uteun Gathom, Ini Manfaatnya
Faisal Zamzami August 02, 2026 01:36 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tanah Rencong dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta yang sedang melaksanakan KKN di Desa Uteun Gathom, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, meluncurkan program infiltrasi biopori, Jumat (31/7/2026).

Program ini bertujuan meningkatkan daya resap air ke dalam tanah, mengurangi genangan saat musim hujan, serta mengolah sampah organik menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami.

Biopori merupakan lubang silindris vertikal yang dipasang menggunakan pipa berlubang dan diisi sampah organik. Teknologi sederhana ini membantu air hujan lebih cepat meresap ke dalam tanah sehingga dapat mencegah genangan maupun banjir. Selain itu, sampah dapur dan daun kering yang dimasukkan ke dalam lubang akan terurai menjadi kompos alami yang menyuburkan tanah.

Ketua Kelompok KKN Tanah Rencong, Nazira, kepada Serambinews.com, Sabtu (1/8/2026), mengatakan kegiatan yang dipusatkan di Dusun Meunasah Nibong tersebut merupakan upaya nyata meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi.

Program infiltrasi biopori ini juga menjadi bagian dari rangkaian pengabdian mahasiswa KKN yang sebelumnya telah menggelar edukasi pengelolaan sampah bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bireuen serta Bank Sampah Induk.

Keuchik Desa Uteun Gathom, Juhari, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga yang menghadirkan program tersebut.

Menurutnya, biopori merupakan solusi sederhana yang mampu meningkatkan daya resapan air sekaligus mengurangi genangan.

"Salah satu kegunaan biopori adalah mempercepat daya resapan air yang tergenang. Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Tanah Rencong UIN Sunan Kalijaga yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Program ini sangat kami apresiasi dan kami berharap pemasangan pipa biopori terus berlanjut serta semakin bertambah meskipun masa KKN telah berakhir," ujar Juhari.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Bank Sampah Induk Kabupaten Bireuen, Tarmizi Badai, yang menyatakan dukungan penuh terhadap program infiltrasi biopori.

Baca juga: Mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Bahas Pengelolaan Sampah Bersama DLHK dan Bank Sampah Bireuen

Ia mengatakan pihaknya siap mendampingi desa-desa yang ingin mengembangkan program serupa sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Menurut Tarmizi, keberadaan bank sampah juga memberikan manfaat bagi pemerintah desa karena mampu mengurangi volume sampah sekaligus menjadi nilai tambah dalam pengusulan program melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) maupun Sistem Keuangan Desa (Siskeudes).

Ia juga mengungkapkan, ke depan akan diberikan penghargaan (reward) bagi desa-desa yang berhasil mengurangi timbunan sampah melalui pengelolaan yang baik.

Pada akhir kegiatan, dilakukan penyerahan pipa biopori secara simbolis oleh Ketua Kelompok KKN Tanah Rencong kepada Pemerintah Desa Uteun Gathom yang diterima langsung oleh Keuchik Juhari.

Selanjutnya, pipa biopori juga diserahkan kepada para kepala dusun sebagai bentuk komitmen bersama untuk mendukung keberlanjutan program tersebut.

Usai prosesi penyerahan, kegiatan dilanjutkan dengan pengeboran dan pemasangan pipa biopori. Titik pertama pemasangan dilakukan di halaman rumah Keuchik Desa Uteun Gathom, kemudian dilanjutkan di sejumlah rumah warga.

Proses pengeboran dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa KKN Tanah Rencong UIN Sunan Kalijaga bersama pemerintah desa.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Tanah Rencong UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berharap Desa Uteun Gathom dapat menjadi desa percontohan dalam pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, Bank Sampah Induk, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan gerakan berkelanjutan dalam mengurangi sampah, meningkatkan daya resap air, serta membangun budaya peduli lingkungan di Kabupaten Bireuen. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.