- Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan pembatalan rencana serangan besar-besaran terbaru terhadap Iran yang sebelumnya disebut berpotensi dilakukan pada akhir pekan ini.
Keputusan tersebut diambil setelah muncul perkembangan positif dalam pembicaraan damai antara kedua pihak, Sabtu (1/8/2026).
Trump menyatakan militer Amerika tetap berada dalam kondisi siaga penuh dan siap menghadapi Iran apabila situasi kembali memburuk.
Meski demikian, Washington memutuskan menunda operasi militer atas permintaan Iran serta sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.
Langkah itu diambil untuk memberi ruang bagi proses negosiasi yang sedang berlangsung.
Trump mengungkapkan usulan kesepakatan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian ancaman program nuklir Iran.
Ia juga memastikan Israel akan mengikuti keputusan Amerika Serikat untuk membatalkan rencana serangan tersebut.
Namun, Trump menegaskan kesabarannya memiliki batas dan bergantung pada keseriusan Iran dalam mencapai kesepakatan damai.
Di sisi lain, Amerika Serikat telah menghentikan operasi serangan terhadap Iran sejak Rabu (29/7).
Meski demikian, Teheran dilaporkan masih melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer AS, terutama yang berada di Yordania dan Kuwait.