TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ajang olahraga berpadu aksi sosial mewarnai gelaran KADIN DIY International Open Golf Tournament yang bergulir di Lapangan Merapi Golf, Cangkringan, Sleman, Sabtu (1/8/2026).
Turnamen dibuka langsung oleh Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, yang ditandai dengan pemukulan bola pertama atau tee off.
Di bawah kepemimpinan Ketua Umum KADIN DIY, GKR Mangkubumi, kegiatan ini dirancang tidak sekadar sebagai ajang kompetisi olahraga biasa.
Berlandas semangat KADIN Charity, turnamen golf menjadi langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta kepedulian para pelaku usaha terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Benar saja, dalam event yang diikuti 148 pegolf tersebut, KADIN DIY menyerahkan bantuan awal berupa 10 unit Becak Kayuh Listrik Pariwisata (Bekalista) kepada Koperasi Mobilitas Nusantara Indonesia (MNI).
Sebagai informasi, inovasi ini mengukir sejarah sebagai becak listrik berbasis aplikasi pertama di DIY yang bekerja sama dengan platform digital JogjaKita.
"Sehingga, secara tidak langsung, setiap peserta yang hadir hari ini pun sedang beramal dan berkontribusi," cetus Wakil Ketua Umum KADIN DIY Bidang Pariwisata sekaligus ketua panitia acara, Arif Effendi.
Pihaknya berharap, dukungan dari para peserta maupun sponsor dapat terus mengalir secara berkelanjutan demi memperluas jangkauan program tersebut.
Selaras tujuan awal, Bekalista digagas sebagai solusi andalan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk mengganti operasional becak bermotor (bentor) yang selama ini beroperasi.
"Kami berharap ke depannya para peserta maupun sponsor bisa terus menyumbangkan bantuan senada, terutama untuk mendukung program Bekalista," ungkapnya.
Ketua Koperasi MNI, Ary Tjahyono, memaparkan tiga unit percontohan Bekalista juga turut dipajang di lokasi acara untuk diperkenalkan secara langsung kepada para pengusaha yang hadir.
Baca juga: Sejarah SMKN 3 Yogyakarta, Sekolah Teknik Tertua yang Dipercaya Menkeu Memproduksi Bekalista
Dikembangkan oleh PT LBI bersama PT Yogyakarta Pariwisata & Teknologi Industri, pembuatan Bekalista melibatkan lima Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) BLUD se-DIY.
Para siswa SMK terlibat aktif mulai dari proses produksi komponen, pengecatan, pengelasan, hingga perakitan akhir di bawah pengawasan ketat tim ahli.
Sementara itu, pengelolaan operasional armada becak listrik sepenuhnya diserahkan kepada Koperasi MNI yang beranggotakan warga asli Yogyakarta.
Proyek ini juga menyediakan ekosistem pendukung yang lengkap, mulai dari bengkel perawatan, stasiun pengisian daya (charging station), hingga penyediaan baterai cadangan agar para pengayuh becak dapat beroperasi tanpa kendala teknis.
Keunggulan lain dari Bekalista ialah konektivitasnya dengan aplikasi daring JogjaKita, sehingga calon penumpang dapat melakukan pemesanan secara digital layaknya layanan transportasi modern pada umumnya.
Langkah digitalisasi diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan pendapatan para pengayuh becak tradisional di era digital.
Meskipun target awal pengadaan ditetapkan minimal 10 unit, melihat antusiasme yang tinggi dari berbagai pihak, jumlah armada Bekalista berpotensi melonjak hingga 50-60 unit atau bahkan lebih.
"Semua ini digagas supaya Yogyakarta memiliki moda transportasi wisata yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi para pengayuh serta warga sekitar," tegas Ary. (*)