Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan pada Warga Rejang Lebong yang Tewas Tak Wajar di Lebong
Ricky Jenihansen August 02, 2026 03:38 PM

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG – Kepolisian memastikan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun unsur tindak pidana dalam kasus kematian Effendi (45), warga Desa Cawang Baru, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, yang sempat dilaporkan hilang selama lima hari.

Korban ditemukan tewas tak wajar di area perkebunan Desa Mangkurajo, Kecamatan Lebong Selatan pada Sabtu (1/8/2026) sore.

Jenazahnya ditemukan dalam keadaan tergantung di sebuah pohon nangka.

Kasi Humas Polres Lebong, Iptu Hadi Sutrisno melalui Kasubsi PIDM Polres Lebong, Aipda Syaiful Anwar mengatakan hasil pemeriksaan terhadap kondisi korban maupun olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak menemukan indikasi adanya tindak kekerasan atau perbuatan kriminal.

"Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana. Dugaan sementara korban meninggal karena bunuh diri," jelas Syaiful saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com pada Minggu (2/8/2026).

Sebelumnya, upaya pencarian terhadap Effendi yang dilaporkan hilang berakhir duka setelah korban ditemukan meninggal dunia di area perkebunan Desa Mangkurajo.

Kasi Humas Polres Lebong, Iptu Hadi Sutrisno melalui Kasubsi PIDM Polres Lebong, Aipda Syaiful Anwar membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut.

Setelah menerima informasi, personel Polsek Lebong Selatan langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan di TKP.

"Benar, personel Polsek Lebong Selatan menerima laporan adanya penemuan seorang pria asal Rejang Lebong yang telah meninggal dunia di area perkebunan Desa Mangkurajo," sampai Syaiful.

Korban Terakhir Terlihat Mengunjungi Adiknya

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi dan keterangan para saksi, korban terakhir kali terlihat pada Selasa (28/7/2026).

Saat itu sekitar pukul 13.00 WIB, Effendi pulang ke rumah orang tuanya di Desa Mangkurajo.

Sekitar 30 menit kemudian, korban berpamitan untuk mengunjungi adiknya yang juga tinggal di desa tersebut.

Sekitar pukul 14.30 WIB, korban kembali berpamitan kepada adiknya dengan alasan hendak pulang ke rumah orang tuanya.

Namun, hingga malam hari korban tidak pernah kembali dan keberadaannya tidak diketahui.

Keluarga bersama warga kemudian melakukan pencarian selama beberapa hari, namun korban belum berhasil ditemukan.

"Pencarian dilakukan oleh keluarga dan masyarakat setempat. Pada Sabtu sore korban akhirnya ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tergantung di pohon nangka yang berada di areal perkebunan," jelas Syaiful.

Polisi Lakukan Olah TKP, Keluarga Tolak Autopsi

Usai menerima laporan, personel Polsek Lebong Selatan langsung melakukan olah TKP, mengevakuasi jenazah, meminta keterangan para saksi, serta mengamankan barang bukti berupa seutas tali tambang berwarna biru.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah orang tua korban sebelum selanjutnya dibawa ke RSUD Lebong untuk dilakukan pembersihan jenazah.

Setelah itu, jenazah langsung dibawa ke Kabupaten Rejang Lebong untuk dimakamkan.

Syaiful mengatakan pihak kepolisian telah menyarankan keluarga untuk dilakukan Visum et Repertum maupun autopsi guna memastikan penyebab kematian.

Namun, keluarga menolak dan menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

"Pihak keluarga menolak dilakukan visum maupun autopsi, mereka menganggap kejadian ini musibah dan membawa jenazah korban untuk dimakamkan ke Rejang Lebong," lanjut Syaiful.

Motif Masih Didalami

Di sisi lain, berdasarkan informasi yang dihimpun TribunBengkulu.com dari lingkungan sekitar korban, sebelum dilaporkan hilang Effendi diduga sedang menghadapi persoalan ekonomi.

Korban disebut-sebut sempat mendatangi rumah keluarganya di Desa Mangkurajo dengan maksud mencari pinjaman uang.

Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan informasi yang berkembang di lingkungan sekitar mengarah pada persoalan utang-piutang.

"Kalau informasi yang kami dengar memang karena masalah utang-piutang, Pak. Katanya korban sempat mencari pinjaman. Tapi kami juga kurang tahu pasti, takut salah menyampaikan," sampai warga tersebut.

Selain itu, di tengah masyarakat juga beredar informasi yang mengaitkan persoalan korban dengan dugaan aktivitas judi online.

Namun, informasi tersebut masih berupa kabar yang berkembang dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

Menanggapi hal itu, kepolisian mengatakan hingga saat ini belum dapat memastikan motif yang melatarbelakangi korban diduga mengakhiri hidupnya.

"Untuk motifnya kami belum bisa memastikan. Informasi yang berkembang di masyarakat masih akan kami dalami. Yang jelas, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya unsur kekerasan maupun tindak kriminal," tutupnya.

Disclaimer

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.

Anda tidak sendiri. Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:

https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.