Logo Hari Jadi ke-832 Trenggalek Resmi Diluncurkan, Karya Warga Panggul Jadi Logo Resmi
faridmukarrom August 02, 2026 04:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek resmi meluncurkan logo Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek. Logo terpilih merupakan hasil karya warga Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, setelah melalui proses seleksi dan penilaian dari puluhan peserta yang mengikuti lomba desain logo.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Trenggalek, Yusuf Widharto, mengungkapkan terdapat tiga karya terbaik yang berhasil masuk sebagai pemenang dalam kompetisi tersebut.

Pemenang pertama sekaligus perancang logo resmi Hari Jadi ke-832 Trenggalek adalah Fitrah Rahmadhani Ahmad asal Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul. Sementara posisi kedua diraih Ghani Rahman Hadiid dari Desa Karangan, Kecamatan Karangan, dan posisi ketiga diraih Alekza Mada Marcello dari Desa Botoputih, Kecamatan Bendungan.

"Dari ketiga pemenang tersebut pemenang pertama dijadikan Logo Resmi Hari Jadi ke-832 Trenggalek," ujar Yusuf Widharto kepada TRIBUNMATARAMAN.COM, Minggu (2/8/2026).

Baca juga: Video Kericuhan di Acara Miniatur Bendelonje Talun Blitar Viral di Media Sosial

Makna Tema Hari Jadi Trenggalek ke-832: Hambeging Bumi
Yusuf menjelaskan, peringatan Hari Jadi Trenggalek tahun ini mengusung tema Hambeging Bumi.

Tema tersebut memiliki makna tentang watak, sikap, dan perilaku manusia yang senantiasa hidup selaras dengan alam serta menjaga keseimbangan lingkungan sebagai sumber kehidupan.

"Hambeging Bumi memiliki arti watak, sikap, laku hidup manusia yang senantiasa selaras arif, menjaga keseimbangan alam semesta sebagai sumber utama kehidupan, serta menjauhi perilaku merusak lingkungan," jelasnya.

Filosofi Logo Hari Jadi ke-832 Trenggalek
Menurut Yusuf, konsep utama logo terinspirasi dari simbol gunungan dalam tradisi pewayangan Jawa.

Dalam budaya Jawa, gunungan melambangkan alam semesta, awal kehidupan, pusat keseimbangan, sekaligus penutup sebuah perjalanan.

"Wosing Pamanggih atau inti tema Hambeging Bumi dalam tradisi pewayangan Jawa, gunungan merupakan lambang jagad atau alam semesta," terangnya.

Filosofi tersebut kemudian diwujudkan dalam desain logo melalui tiga siluet gunungan yang ditransformasikan menjadi angka 832.

"Ia menjadi simbol awal kehidupan, pusat keseimbangan, sekaligus penutup sebuah perjalanan. Filosofi inilah yang menjadi fondasi logo, yaitu tiga siluet gunungan ditransformasikan menjadi angka 832," beber Yusuf.

Desain tersebut dinilai mampu menyatukan identitas Hari Jadi Kabupaten Trenggalek dengan akar budaya Jawa yang menjadi ruh dari tema Hambeging Bumi.

Kriteria Penilaian Lomba Logo Hari Jadi Trenggalek
Pemilihan pemenang dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria yang telah ditetapkan panitia.

Beberapa aspek penilaian meliputi kesesuaian konsep dengan tema, ide dan keunikan desain, komposisi visual, hingga nilai artistik dan estetika yang memudahkan logo diterapkan dalam berbagai media publikasi.

"Yang terakhir adalah artistik dan estetika dilihat dari komposisi dan kemudahan pengaplikasian," akuinya.

Hadiah Pemenang Lomba Logo Hari Jadi ke-832 Trenggalek
Pemerintah Kabupaten Trenggalek memberikan piagam penghargaan dan uang pembinaan kepada tiga pemenang lomba.

Berikut daftar hadiah yang diberikan:

Juara 1: Rp3 juta
Juara 2: Rp2 juta
Juara 3: Rp1 juta
"Pemenang pertama Rp3 juta, pemenang kedua Rp2 juta, pemenang ketiga Rp1 juta," jelasnya.

Logo Resmi Digunakan Selama Satu Tahun
Yusuf berharap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), instansi pemerintah, hingga badan publik di Kabupaten Trenggalek dapat menggunakan logo resmi Hari Jadi ke-832 Trenggalek dalam berbagai kegiatan dan publikasi resmi.

"Diharapkan OPD atau badan publik dapat memanfaatkan atau menyematkan logo tersebut pada setiap acara resmi selama satu tahun ke depan sampai dengan dikeluarkan lagi logo resmi berikutnya," tutupnya.

(Tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.