MENTOK, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mencatat, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di wilayahnya, menunjukkan angka yang baik. Hal ini disampaikan Pj Sekda Bangka Barat, Abimanyu saat menerima kunjungan kerja dari Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, Kamis (30/7) di Kantor Bupati Bangka Barat.
"Tingkat pengangguran terbuka kita (Bangka Barat-red) itu di angka kurang lebih empat koma sekian persen, artinya masih di bawah rata-rata nasional," ungkap Abimanyu.
Menurutnya, Bangka Barat memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, baik pada sektor pertambangan, perkebunan, perikanan, pariwisata, maupun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Potensi tersebut dikatakannya, membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten, produktif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Oleh karena itu, menurutnya Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, peningkatan kompetensi, perluasan kesempatan kerja, pengembangan kewirausahaan, serta penguatan hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan pengusaha.
"Kami berharap dapat memberikan bantuan sarana dan prasarana pendukung Balai Latihan Kerja (BLK) Disperinaker Kabupaten Bangka Barat untuk melaksanakan pelatihan Mobile Training Unit (MTU) supaya memperkuat perlindungan pekerja, serta mendorong lahirnya tenaga kerja yang unggul dan siap menghadapi tantangan transformasi ekonomi dan digital pada saat ini," ucapnya.
Pihaknya juga ingin supaya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat. "Dengan begitu, pembangunan ketenagakerjaan benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Sekretaris Jenderal Kemnaker RI, Cris Kuntadi mengapresiasi angka TPT Kabupaten Bangka Barat yang berada berada di bawah rata-rata nasional. "Hanya saja itu mayoritas (tenaga kerja-red) masih di sektor pertanian. Sektor pertanian ini serapannya tinggi, tapi biasanya produktivitasnya masih rendah," ungkap Cris.
Ia menyebut, Kemnaker RI hadir untuk meningkatkan produktivitas tersebut dengan cara-cara sepert modernisasi pertanian, alat pertanian serta penjualan produk pertanian dari bahan mentah hingga produk hilirisasi. "Kita siap untuk membantu masyarakat di sini untuk membuat dan menjual produk hilirisasinya," ujarnya. (u2)