SURYA.CO.ID SURABAYA - Pemkot Surabaya memastikan dugaan korupsi di Kebun Binatang Surabaya tidak berdampak pada kesejahteraan satwa. Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan tidak ada satwa yang mati akibat kelaparan maupun kelalaian sejak pengelolaan berada di bawah pemerintah daerah.
Pemerintah Kota Surabaya memastikan dugaan korupsi pengelolaan keuangan Perumda Kebun Binatang Surabaya (KBS) tidak memengaruhi kondisi maupun kesejahteraan satwa.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, sejak KBS dikelola sebagai perusahaan daerah milik Pemkot Surabaya, tidak ada satwa yang mati akibat kekurangan pakan ataupun kelalaian pengelola.
"Sejak zaman Bu Risma sudah tidak ada hewan yang mati karena kelaparan atau kurus. Yang banyak menjadi catatan itu sebelum tahun 2016, bahkan sejak sebelum KBS menjadi perusahaan daerah," kata Eri saat dikonfirmasi di Surabaya.
Eri juga mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai foto-foto satwa kurus yang kembali beredar di media sosial karena sebagian besar merupakan dokumentasi lama sebelum pengelolaan KBS dibenahi.
Baca juga: Biaya Pakan Satwa KBS Tembus Rp 5,9 Miliar, Manajemen : Kondisi Hewan Tetap Sehat
"Kalau ada foto satwa mati atau kurus, dilihat dulu tahunnya. Jangan langsung dikaitkan dengan kondisi sekarang," ujarnya.
Sebagai bukti perbaikan tata kelola, Eri menyebut KBS telah memperoleh akreditasi B dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Selain itu, kondisi satwa juga diaudit secara rutin oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) untuk memastikan standar kesejahteraan satwa tetap terpenuhi.
"Setiap tahun ada audit kesejahteraan satwa oleh BKSDA. Mereka menilai apakah ada satwa yang sakit, kurus, atau mengalami perlakuan yang tidak layak. Hasilnya, nilai KBS termasuk sangat baik dan menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia," ujarnya.
Menanggapi kematian anak gajah Sumatra Dumbo dan orangutan Damai pada 2021, Eri menegaskan setiap kematian satwa selalu diperiksa oleh BBKSDA bersama tim dokter hewan.
"Kalau ada satwa mati, pasti diaudit," katanya.
Baca juga: Fakta Baru Kasus Korupsi KBS, Kejati Buka Peluang Ada Tersangka Baru
"Dilihat apakah karena usia, karena penyakit, atau karena kelalaian. Tidak ada laporan dari BKSDA yang menyatakan satwa mati karena kelalaian atau kekurangan pakan," lanjutnya.
Dumbo diketahui mati akibat infeksi Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV), sedangkan orangutan Damai meninggal karena gangguan jantung dan fungsi hati.
Direktur Operasional dan Umum Perumda KBS, Nurika Widyasanti, memastikan seluruh koleksi satwa di KBS hingga saat ini berada dalam kondisi sehat.
Menurutnya, KBS mengelola sekitar 230 spesies dengan total populasi mencapai 2.230 ekor yang seluruhnya mendapatkan pakan, perawatan, dan pemeliharaan sesuai prinsip animal welfare.
"Kondisi satwa di KBS sampai dengan hari ini alhamdulillah dalam kondisi baik dan sehat. Kami selalu mengupayakan pemeliharaan maupun peningkatan kualitas secara berprogres dan berkelanjutan," kata Nurika.
Ia menegaskan seluruh satwa memperoleh pakan dan perawatan secara optimal.
"Kami memberikan pakan, perawatan dan pemeliharaan satwa secara optimal sesuai dengan kaidah animal welfare atau kesejahteraan satwa," tegasnya.
Nurika juga menyebut angka kematian satwa masih berada dalam batas normal dan merupakan bagian dari siklus alami kehidupan satwa.
"Adapun terjadinya satwa mati itu pastinya sesuatu hal kematian yang normal, bukan menjadi suatu kematian yang dikarenakan kelalaian," ujarnya.