TRIBUNBEKASI-Bos Lippo Group James Riady memaklumi para pengusaha Indonesia yang berbondong-bondong memasang pagar tinggi di tempat usahanya seperti mal-mal di kota-kota besar.
Diketahui belakangan sejumlah mal-mal di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya memasang pagar tinggi.
Fenomena ini pun sempat meresahkan publik lantaran mengingatkan dengan tragedi penjarahan di tahun 1998.
Ketua Lippo Group James Riady pun tidak membantah adanya fenomena tersebut.
Sesama pengusaha, James Riady memaklumi pilihan para koleganya untuk memasang pagar di sejumlah ritel Indonesia.
Menurutnya kehati-hatian para pengusaha itu merupakan sesuatu yang wajar.
Apalagi melihat gejolak yang tengah terjadi utamanya berkaitan dengan struktur keuangan Indonesia.
Maka pemilik sejumlah mal mewah di Indonesia itu pun menyarankan pemerintah agar lebih hati-hati dalam mengambil kebijakan keuangan di Indonesia.
Baca juga: Respons Pramono Anung Banyak Mal dan Perkantoran di Jakarta Tinggikan Pagar
Hal itu disampaikan James Riady saat mengunjungi Istana Kepresidenan dalam rangka pertemuan Kepala Negara RI Prabowo Subianto dan para pengusaha Indonesia yang tergabung di Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
"Kehati-hatian pengusaha itu bisa dimengerti. Memang ini zamannya akan lebih banyak gejolak, berarti struktur keuangan setiap perusahaan, struktur keuangan negara dan sebagainya memang harus ditata lebih baik daripada dulu," ujar dia seperti dimuat Tribunnews.com.
Meski begitu, James Riady memastikan pihaknya tidak akan memasang pagar tinggi di mal-mal Lippo.
Sebabnya, salah satu konglomerat Indonesia itu meyakini kondisi Indonesia akan baik-baik saja.
James pun mengajak seluruh pengusaha Indonesia agar terus optimis dalam berusaha di Indonesia.
"Pasti tidak. Yang terjadi 10 tahun ini ada pagar itu semua mal-mal Lippo kita kita bongkar kita turunkan. Jadi, mari kita semangat semua ya. Mari kita semangat semua," pesannya.