Jokowi Tegaskan PSI Harus Hidup di Desa dan TPS Demi Kemenangan Pemilu 2029
Adrianus Adhi August 02, 2026 09:32 PM

SURYA.co.id - Presiden ke-7 RI Joko Widodo menegaskan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) harus membangun struktur organisasi yang hidup dan bekerja hingga tingkat desa dan Tempat Pemungutan Suara (TPS) jika ingin meraih hasil maksimal pada Pemilu 2029. Pesan itu disampaikan Jokowi saat menghadiri Rakorda PSI Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (2/8/2026).

Menurut Jokowi, kekuatan partai tidak cukup ditopang oleh kepengurusan yang hanya tercatat secara administratif, melainkan harus ditunjukkan melalui struktur yang aktif bekerja hingga tingkat desa dan TPS.

Menurut Jokowi, penguatan struktur organisasi hingga tingkat paling bawah menjadi salah satu faktor penentu kemenangan partai dalam kontestasi politik.

"Sehingga kenapa dari DPP mengejar agar struktur partai ini sampai ke desa, ke TPS, karena kuncinya di situ dan perlu kita ingat bersama struktur partai harus yang fungsional, betul-betul berfungsi, harus hidup dan bekerja," kata Jokowi dikutip dari Tribunnews pada Minggu (2/8/2026).

Dia menilai kepengurusan partai tidak boleh berhenti pada pembentukan organisasi secara administratif. Struktur yang hanya dibentuk untuk memenuhi persyaratan formal, menurutnya, tidak akan memberikan dampak nyata terhadap penguatan partai.

"Percuma ada tapi hanya formalitas. Percuma struktur ada jika hanya ingin mendapatkan SK. Bukan itu, struktur yang fungsional, struktur yang hidup dan bekerja, struktur yang aktif sehari-hari di tengah-tengah kehidupan rakyat kita," kata dia.

Baca juga: UGM Kembali Tegaskan Joko Widodo Alumnus UGM saat Skripsi Jokowi Dipertanyakan Rismon Sianipar

Jokowi menegaskan keberadaan kader di tingkat desa hingga TPS akan menjadi modal penting bagi PSI dalam menghadapi Pemilu 2029.

"Membangun struktur partai karena ini adalah kunci kemenangan kita nanti di tahun 2029. Kuncinya membangun struktur partai sampai ke desa, sampai ke TPS. Kuncinya berada di situ," ujarnya.

Selain memperkuat organisasi, Jokowi juga meminta kader PSI membangun kedekatan dengan masyarakat melalui aktivitas yang berkesinambungan. Menurut dia, hubungan dengan warga tidak cukup dilakukan menjelang pemilu atau ketika membutuhkan dukungan politik.

Kader partai harus hadir dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, baik saat warga merasakan kebahagiaan maupun menghadapi berbagai persoalan.

Dengan cara tersebut, kata Jokowi, partai akan memiliki struktur yang tidak hanya lengkap di atas kertas, tetapi juga benar-benar hidup dan bekerja di tengah masyarakat sebagai fondasi menghadapi Pemilu 2029.

Bukti Keseriusan Jokowi Ingin Besarkan PSI

Untuk diketahui, kegiatan Jokowi di NTT Dalam kunjungannya ke NTT sejak 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, Jokowi menghadiri Rakorda PSI Kupang, meninjau proyek infrastruktur jalan di Kabupaten Kupang, serta berdialog dengan nelayan di Pantai Lasiana.

Ia juga menyempatkan diri mengunjungi pasar tradisional Oeba untuk menyerap aspirasi pedagang.

Pandangan Pengamat Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai safari politik Jokowi ke NTT menunjukkan keseriusannya membesarkan PSI.

"Jokowi bahkan sesumbar tidak sekadar mengantarkan PSI ke Senayan tetapi lebih besar dari itu," katanya kepada Tribunnews.com.

Menurut Jamiluddin, langkah Jokowi juga terkait upaya menjaga pengaruh politik keluarganya, termasuk peluang Gibran Rakabuming Raka tetap berada di posisi wakil presiden.

Namun ia menilai tantangan besar menanti karena NTT merupakan basis kuat PDIP. "Kalaupun ada kenaikan suara PSI, tampaknya tidak akan signifikan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.