Penyelenggara Fun Walk & Run Festival Tangsel Masuk Daftar Hitam
Dwi Rizki August 02, 2026 09:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - Pemerintah Kota Tangerang Selatan memasukkan penyelenggara Fun Walk & Run Festival ke dalam daftar hitam dan tidak akan lagi memberikan izin penyelenggaraan event olahraga di Tangsel.

Keputusan itu diambil setelah pelaksanaan acara menuai keluhan peserta dan memicu polemik di masyarakat.

Kisruh bermula saat ratusan hingga ribuan peserta mengikuti Fun Walk & Run Festival di depan ITC BSD, Serpong, Minggu (2/8/2026).

Sejumlah peserta mengaku telah mengalami berbagai kendala sejak proses pengambilan race pack hingga pelaksanaan acara selesai.

Salah seorang peserta, Amelia Yahya, mengatakan masalah sudah muncul saat panitia mengubah jadwal pengambilan race pack secara mendadak. 

Semula pengambilan dijadwalkan pada Jumat (31/7/2026) dan Sabtu (1/8/2026), namun hari pertama dibatalkan sehingga seluruh peserta harus mengambil perlengkapan pada Sabtu.

"Awal mula Tangsel Fun Walk & Run ini dua hari pengambilan race pack. Tapi tiba-tiba di hari H pada hari Jumat berubah. Race pack cuma bisa diambil di hari Sabtu," kata Amelia kepada TribunTangerang.com (Warta Kota Network) pada Minggu (2/8/2026).

Baca juga: Viral Dua WNA Berbelanja Jersey Sepak Bola di Pasar Tanah Abang Jakpus

Setibanya di lokasi pengambilan race pack, Amelia mengaku panitia menyebut stok perlengkapan habis sehingga peserta diminta datang kembali pada malam hari. 

Saat akhirnya menerima race pack, ukuran jersey yang diperoleh pun tidak sesuai dengan pesanan.

Kekecewaan peserta berlanjut saat hari pelaksanaan. Amelia mengaku berbagai fasilitas yang dipromosikan penyelenggara melalui media sosial, seperti medali finisher, bintang tamu hingga doorprize, tidak tersedia sebagaimana dijanjikan.

"Di Instagram diinformasikan ada medali pas finis. Ada bintang tamu juga. Nyatanya enggak ada. Doorprize-nya juga di Instagram ada fotonya, nyatanya enggak ada," ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan peserta lain, Sha Heksa. 

Ia menilai buruknya persiapan penyelenggara sudah terlihat sejak perubahan jadwal race pack. Bahkan saat lomba berlangsung, peserta disebut berlari tanpa pendampingan panitia.

"Lari juga kita lari sendiri, enggak ada panitia. Pas sampai finis medali belum datang katanya sampai Cipularang," kata Sha.

Setelah keluhan peserta viral, Kepala Bidang Keolahragaan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang Selatan, Deden Umaidi memberikan klarifikasi. 

Ia menegaskan Fun Walk & Run Festival bukan merupakan kegiatan Pemerintah Kota Tangerang Selatan maupun Dispora.

"Benar bahwa sebelumnya pihak penyelenggara telah mengajukan permohonan perizinan kepada Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tangerang Selatan serta Polres Tangerang Selatan untuk menyelenggarakan kegiatan fun run di wilayah Kota Tangerang Selatan. Namun kegiatan ini bukan merupakan kegiatan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, tidak diinisiasi oleh Dispora, serta tidak menggunakan APBD Kota Tangerang Selatan," ujar Deden.

Baca juga: Kompetisi Kucing di Bekasi Pet Expo Disambut Antusias, 150 Kucing Lokal dan Ras Adu Kecantikan

Deden mengatakan polemik tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah. Dispora akan memperketat proses verifikasi, evaluasi, dan pemberian rekomendasi terhadap setiap penyelenggaraan event olahraga agar memiliki kesiapan yang matang dan tidak mengecewakan masyarakat.

Selain itu, Pemkot Tangsel akan memanggil pihak penyelenggara untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban atas berbagai persoalan yang terjadi. 

Menurut Deden, pelaksanaan kegiatan tidak berjalan sesuai rencana awal yang sebelumnya disampaikan kepada pemerintah.

Sebagai tindak lanjut, Pemkot Tangsel memastikan akan memberikan sanksi kepada penyelenggara. 

"Penyelenggara akan kami masukkan ke dalam daftar hitam atau blacklist sehingga tidak lagi diberikan izin untuk menyelenggarakan kegiatan olahraga di Kota Tangerang Selatan dengan ketentuan dan kewenangan yang berlaku," pungkasnya. (m30)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.