Ambon (ANTARA) -

Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku memantau pelaksanaan Program Irigasi Perpompaan di Kota Tual, guna memastikan kesiapan kelompok tani penerima manfaat sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan.

Pemantauan yang dilakukan itu menyasar tiga kelompok tani di Desa Fiditan, yakni Kelompok Tani Kampung Baru, Kelompok Tani Sumber Rejeki, dan Kelompok Tani Ablel Sukses.

“Hasil pemantauan menunjukkan ketiga kelompok tani masih menunggu proses pencairan bantuan sebagai tahapan awal pelaksanaan program,” kata Kepala BBRMP Maluku Gunawan, di Ambon, Minggu.

Ia berharap, pencairan bantuan dapat segera terealisasi agar pembangunan sarana irigasi perpompaan berjalan sesuai jadwal.

Selain itu, tim juga menemukan kendala berupa menurunnya ketersediaan air di wilayah tersebut. Embung Ablel yang menjadi salah satu sumber air bagi lahan pertanian mengalami kekeringan, sehingga berpotensi mengganggu pasokan air irigasi.

“Kondisi tersebut diperkirakan tidak hanya berdampak pada Kelompok Tani Ablel Sukses, tetapi juga kelompok tani lain di sekitarnya yang memanfaatkan sumber air yang sama,” ujarnya.

BBRMP Maluku menyatakan, hasil pemantauan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk mempercepat pelaksanaan Program Irigasi Perpompaan, sekaligus menyusun langkah penanganan terhadap persoalan ketersediaan air di Kota Tual.

Program Irigasi Perpompaan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan indeks pertanaman dan menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama pada wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air atau rentan mengalami kekeringan saat musim kemarau.

"Kami akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap pelaksanaan program di lapangan, agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi pertanian di Kota Tual," ucapnya.

Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga pendamping, dan kelompok tani, program irigasi perpompaan diharapkan dapat berjalan optimal sehingga mendukung peningkatan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan di daerah.