TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kembali menaruh perhatian serius terhadap ketersediaan hunian layak bagi warganya.
Komitmen dibuktikan lewat kelanjutan program bedah rumah yang kini menyasar Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Semaki, Kemantren Umbulharjo, Minggu (2/8/26).
Pada kesempatan tersebut, giliran rumah milik Suryati (45) dan Supriyanto (41) yang tersentuh program bedah rumah yang sudah masuk edisi ke-65 dan ke-66.
Dukungan mengalir mulai dari Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TSLP) Bank BPD DIY, swadaya Dinas Perdagangan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, hingga Keluarga Kristiani Pemkot Yogyakarta.
Tak ketinggalan, Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro, turut menyokong penyediaan material berupa kusen pintu dan jendela.
Di samping itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan juga secara personal menyalurkan bantuan untuk merenovasi MCK komunal di sekitar lokasi.
Wawan bilang, program bedah rumah menjadi agenda rutin Pemkot yang dilaksanakan setiap pekan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.
"Program ini rutin kita laksanakan setiap minggu dengan dua rumah sasaran. Alhamdulillah hari ini juga didukung CSR dari Bank BPD DIY dan berbagai pihak. Setelah ini kita lanjutkan kerja bakti bersama," katanya.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat yang bahu-membahu dalam kerja bakti, Wawan mengapresiasi kuatnya solidaritas sosial di tingkat kampung.
Menurutnya, kepedulian antartetangga menjadi modal mendasar untuk mempercepat penanganan masalah rumah tidak layak huni di seputaran Kota Pelajar.
Sementara itu, saat meninjau lokasi, perhatian Wawan mendadak tertuju pada fasilitas MCK komunal yang dimanfaatkan oleh warga penerima bantuan.
Kondisi sanitasi yang dinilai jauh dari kata layak, sontak mendorongnya untuk bergerak cepat memberikan bantuan tambahan kepada warga pemilik hunian.
"Tadi saya mendapat laporan bahwa kamar mandi masih menggunakan MCK komunal dan kondisinya juga perlu perhatian. Insyaallah saya akan membantu perbaikan MCK komunalnya supaya warga bisa memiliki fasilitas yang lebih layak," katanya.
Wawan menegaskan pentingnya penguatan pendataan calon penerima agar intervensi yang dilakukan Pemkot Yogyakarta benar-benar tepat sasaran.
Pasalnya, ia menyebut, jumlah rumah tidak layak huni di Kota Yogyakarta yang membutuhkan penanganan secara bertahap masih cukup banyak.
"Yang terpenting adalah menentukan prioritas. Rumah yang kondisinya paling memprihatinkan harus didahulukan. Saya minta dinas terkait terus melakukan pendataan, supaya penanganannya bisa lebih cepat dan semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya," imbuhnya.
Senyum lega pun memancar dari raut wajah salah satu penerima bantuan, Suryati (45), yang mengaku sangat bersyukur huniannya tersentuh perbaikan.
Selama ini, ia dan keluarga harus bertahan di rumah yang penuh kerusakan, terutama bagian atap yang kerap bocor saat hujan deras menimpa, pintu lapuk, hingga area belakang dan kamar mandi yang memprihatinkan.
"Kalau hujan selalu bocor, genteng banyak yang melorot, pintu juga sudah rusak lama. Semoga dengan bantuan ini rumah kami jadi lebih layak ditempati. Terima kasih kepada pemerintah kota dan semua pihak yang telah membantu," ungkapnya. (aka)