TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Warisan pembangunan selama pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) disebut menjadi salah satu alasan di balik antusiasme masyarakat saat menyambut kedatangannya di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penilaian tersebut disampaikan menyusul sambutan hangat warga hingga penobatan Jokowi sebagai Sesepuh Raja Timor saat berkunjung ke Kupang.
Ketua DPD Pejuang Negeri Maju (PENEMU) NTT, Melkias Daniel Pandie, mengatakan apresiasi masyarakat kepada Jokowi tidak berhenti meski masa jabatannya sebagai presiden telah berakhir.
Menurutnya, masyarakat masih merasakan dampak dari berbagai pembangunan yang dilakukan selama satu dekade pemerintahannya.
"Pak Jokowi mungkin sudah tidak lagi menjabat sebagai Presiden, tetapi karya dan pengabdiannya masih dirasakan masyarakat NTT. Kami selalu memiliki cara untuk menghargai pemimpin yang bekerja dengan sungguh-sungguh. Mereka mengingat hasil kerja yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Melkias dalam keterangannya, Minggu (2/8/2026).
Melkias menilai NTT menjadi salah satu daerah yang memperoleh perhatian besar dalam agenda pembangunan Indonesia-sentris.
Dia mencontohkan pembangunan sejumlah bendungan strategis, seperti Raknamo, Rotiklot, Napun Gete, dan Temef, yang dinilai mendukung penyediaan air dan ketahanan pangan di wilayah tersebut.
"Berbagai proyek tersebut dibangun untuk membantu menjawab persoalan ketersediaan air sekaligus mendukung ketahanan pangan di NTT," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PENEMU Sinda Sutadisastra menambahkan, pembangunan infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, dan bandara turut memperluas akses ekonomi masyarakat di wilayah timur Indonesia.
Dia juga menilai pengembangan kawasan Labuan Bajo menjadi salah satu capaian penting yang mengubah wajah pariwisata NTT.
"Salah satu warisan terbesar pemerintahan Pak Jokowi di NTT adalah transformasi Labuan Bajo menjadi destinasi pariwisata kelas dunia. Penataan kawasan, pengembangan Bandara Komodo, peningkatan infrastruktur pendukung, serta masuknya berbagai investasi turut mengangkat Labuan Bajo sebagai salah satu ikon pariwisata Indonesia yang dikenal di tingkat internasional," ucapnya.
Menurut Sinda, pembangunan tersebut turut mengubah pandangan terhadap NTT yang sebelumnya kerap dianggap sebagai daerah tertinggal.
"Jadi, kedatangan Pak Jokowi ke NTT bukan sekadar kunjungan seorang mantan presiden, melainkan kunjungan pemimpin yang meninggalkan jejak pembangunan dan masih dikenang masyarakat," ujar Sinda.
Atas dasar itu, lanjut Sinda, masyarakat adat di Pulau Timor memberikan penghormatan kepada Jokowi melalui penobatan sebagai Sesepuh Raja Timor.
"Penobatan dilakukan oleh delapan raja yang memiliki wilayah kerajaan di Pulau Timor," kata Sinda.
Penobatan tersebut berlangsung di Lai-Lai Besi Kopan (LLBK), Kota Kupang, Sabtu (1/8/2026).
Sinda menilai sikap masyarakat NTT menunjukkan penghargaan terhadap pemimpin yang dinilai telah memberikan kontribusi bagi daerah.
"Ini contoh yang baik dari masyarakat NTT. Mereka tetap menghargai pemimpinnya meski pak Jokowi tidak menjabat lagi," ujarnya.
Di sisi lain, Sinda menegaskan organisasinya juga akan mengawal pelaksanaan program-program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka agar memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Program-program pemerintahan Prabowo-Gibran, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan banyak lagi sudah jelas berpihak pada rakyat. Jangan kita disibukkan dengan mencari-cari kesalahan pemerintahan terdahulu. Jika ada yang kurang, sekarang ini diperbaiki, kita dukung perbaikan itu," pungkasnya.
Baca juga: Momen Jokowi di NTT: Disambut Meriah di CFD Kupang, Dinobatkan Sesepuh Raja-raja Timor
Untuk diketahui, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.