Gelombang panas ekstrem diperkirakan melanda sebagian besar wilayah Arab dalam beberapa hari ke depan. Suhu di sejumlah wilayah Teluk diprediksi mendekati atau bahkan menembus 50 derajat Celsius akibat sistem tekanan tinggi yang menetap dan kubah panas (heat dome) yang semakin menguat di kawasan tersebut.
Para ahli meteorologi memperkirakan sekitar 10 negara Arab akan terdampak pola cuaca tersebut. Kondisi ini dapat memicu periode panas ekstrem yang berkepanjangan, suhu malam hari yang tidak biasa hangat, serta potensi hujan deras di sejumlah wilayah pada periode berikutnya.
Dikutip dari Gulf News, model cuaca menunjukkan kondisi terparah akan terkonsentrasi di Semenanjung Arab dan Irak, khususnya Kuwait, wilayah timur Arab Saudi, wilayah pedalaman dan gurun Uni Emirat Arab (UAE), serta Baghdad. Suhu siang hari di wilayah-wilayah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 50 derajat Celsius, bahkan berpotensi lebih tinggi di beberapa lokasi.
Gelombang panas ini dipicu oleh penguatan punggungan tekanan tinggi di lapisan atas atmosfer yang dikenal sebagai heat dome. Fenomena tersebut memerangkap udara panas di dekat permukaan dan menghambat pembentukan awan sehingga suhu dapat terus meningkat selama beberapa hari.
Pengaruh sistem cuaca ini juga meluas dari kawasan Teluk hingga Levant. Suriah diperkirakan mengalami salah satu suhu tertinggi di luar Semenanjung Arab, terutama di wilayah timur dan daerah gurun, dengan suhu yang diprediksi mendekati 40 derajat Celsius.
Yordania, Lebanon, dan Palestina juga diperkirakan mengalami cuaca panas hingga sangat panas. Namun, wilayah pegunungan diprediksi tetap relatif lebih sejuk.
Perkiraan cuaca regional tersebut muncul ketika badan meteorologi nasional di sejumlah negara Timur Tengah memperingatkan bahwa periode panas ekstrem saat ini kemungkinan bertahan hingga pekan depan. Beberapa negara juga telah mengeluarkan imbauan kesehatan kepada masyarakat untuk menghindari paparan sinar matahari dalam waktu lama, menjaga tubuh tetap terhidrasi, dan meningkatkan kewaspadaan selama jam-jam terpanas.
Di UAE, suhu ekstrem bahkan telah tercatat. Pusat Meteorologi Nasional (NCM) mencatat suhu tertinggi di negara tersebut pada Sabtu mencapai 50,0 derajat Celsius di Al Shawamekh, Abu Dhabi, sekitar pukul 14.30 waktu setempat.
Meski suhu diperkirakan tetap sangat tinggi, NCM UAE menyebut pola cuaca tersebut juga berpotensi memicu pembentukan awan konvektif di wilayah timur dan selatan pada awal pekan depan. Kondisi ini dapat membawa hujan lokal pada Senin dan Selasa sore.
Arab Saudi diperkirakan akan mengalami suhu yang jauh lebih tinggi dari rata-rata, tidak hanya dalam beberapa hari ke depan, tetapi juga sepanjang Agustus, September, dan Oktober, menurut Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi.
Prakiraan iklim terbaru untuk tiga bulan ke depan menunjukkan probabilitas 60-80 persen terjadinya suhu di atas normal di sebagian besar wilayah Arab Saudi. Anomali suhu diperkirakan mencapai 2,5 derajat Celsius di atas rata-rata jangka panjang pada Agustus dan Oktober.





