TRIBUNNEWS.COM - Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) bergerak cepat mencari pengganti Nova Widianto sebagai kepala pelatih ganda campuran.
Nova resmi mengakhiri masa baktinya bersama BAM pada Kamis (30/7/2026).
Setelah menyelesaikan tugas di Malaysia, Nova memilih kembali ke Indonesia dan disebut akan bergabung dengan Pelatnas PBSI.
Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Direktur Kepelatihan Ganda BAM, Rexy Mainaky.
Menurut Rexy, Nova sempat meminta waktu untuk berdiskusi dengan keluarga sebelum akhirnya menerima tawaran dari PBSI.
Namun hingga kini, pihak PBSI belum memberikan informasi secara resmi terkait hal itu.
Di sisi lain, BAM telah merekrut Teo Kok Siang yang akan mulai menjalankan tugasnya pada 1 September 2026.
Pelatih berusia 36 tahun tersebut nantinya berada di bawah koordinasi Rexy.
Baca juga: Ranking BWF Pasca-Taipei Open 2026: Leo/Daniel Naik 20 Tingkat Usai Juara, 50 Besar di Depan Mata
Meski sudah direkrut BAM, Kok Siang mengaku belum mengetahui sektor yang akan ditanganinya karena keputusan akhir masih menunggu arahan Rexy.
"Saya tidak yakin akan ditempatkan di mana, apakah di ganda campuran atau departemen lain."
"Saya akan mulai pada 1 September, dan akan mengikuti pengaturan pelatih Rexy. Kami pasti akan berdiskusi dalam beberapa minggu ke depan," kata Kok Siang, dikutip dari The Star.
Kok Siang bukan nama asing di lingkungan BAM.
Mantan pemain tim nasional Malaysia itu pernah menjadi pelatih nasional selama lima tahun sejak 2017 sebelum memilih menangani pemain-pemain profesional.
Namanya semakin dikenal setelah berperan dalam kebangkitan pasangan ganda putra Goh Sze Fei/Nur Izzuddin Rumsani.
Pada musim ini, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin Rumsani sukses menjuarai Indonesia Masters 2026 dan Indonesia Open 2026.
Selain itu, Kok Siang juga pernah mengantar pasangan ganda campuran Goh Soon Huat/Shevon Lai Jemie meraih gelar juara Malaysia Masters 2024 dan Swiss Open 2024.
Baca juga: Update Wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF 2026 usai Jafar/Felisha Mundur
Selama bekerja lebih dari tiga tahun, Nova berkontribusi membangun kekuatan sektor ganda campuran Malaysia.
Salah satu pencapaian terbesarnya adalah membawa Chen Tang Jie/Toh Ee Wei menjuarai Kejuaraan Dunia 2025.
Di bawah arahan Nova, Chen/Toh mencetak sejarah sebagai pasangan ganda campuran Malaysia pertama yang meraih gelar juara dunia.
Selain mengantarkan prestasi bersejarah tersebut, Nova juga membantu sektor ganda campuran Malaysia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan pasangan, cedera pemain, hingga proses pengembangan atlet.
Kini, pengalaman yang dimiliki Nova diharapkan dapat menjadi tambahan kekuatan bagi PBSI dalam meningkatkan prestasi sektor ganda campuran yang diisi Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dkk.
(Tribunnews.com/Isnaini)