TRIBUNSTYLE.COM, KUDUS - Bagi Anda yang sedang merencanakan agenda liburan bersama keluarga, meleenakan penat traveling berduaan dengan pasangan, atau mencari destinasi weekend getaway yang anti-mainstream pada tahun 2026 ini, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyimpan sebuah permata tersembunyi yang wajib masuk daftar kunjungan. Berlatar sejuknya lereng Gunung Muria, sebuah inovasi agrowisata segar bernama Muria Farm Hidroponik di Dusun Kauman, Desa Besito, Kecamatan Gebog, siap memanjakan lidah dan mata Anda lewat pengalaman wisata petik melon premium langsung dari pohonnya.
Baca juga: Yuk Rasakan Sensasi Swiss di Kudus: Seribu Batu Semliro Destinasi Akhir Pekan Rasa Eropa
Berjarak sekitar 7 kilometer dari pusat Kota Kudus, destinasi rintisan Deni Saputra ini menawarkan sensasi rekreasi edukatif yang cocok dinikmati oleh berbagai kalangan mulai dari anak-anak yang gemar berinteraksi dengan alam, pasangan yang ingin menikmati waktu berkualitas (quality time), hingga rombongan keluarga besar. Masuk ke area wisata ini tidak dipungut biaya alias gratis. Pengunjung dapat berkeliling greenhouse modern yang steril, melihat langsung ribuan pohon melon hidroponik yang tertata rapi, hingga memetik sendiri buah segar idaman untuk dibawa pulang dengan harga Rp40.000 per kilogram.
Di balik kesegaran buah yang ditawarkan, tersimpan kisah dedikasi panjang sang pemilik, Deni Saputra. Perjalanannya bermula pada tahun 2012 ketika ia mulai merintis budidaya tanaman hidroponik dan greenhouse sederhana di belakang rumahnya. Seiring berjalannya waktu, usaha tersebut berkembang pesat hingga merambah ke lahan seluas 3.500 meter persegi pada 2015, di mana ia awalnya membudidayakan sayuran selada.
Merasa tertantang untuk naik kelas, Deni mulai melirik komoditas buah-buahan empat tahun berselang. Sejak 2019, ia membangun greenhouse khusus dan menjatuhkan pilihannya pada varietas melon premium impor. Mengandalkan biji berkualitas tinggi yang didatangkan langsung dari Jepang, Belanda, dan Korea, Muria Farm Hidroponik kini sukses membudidayakan empat varietas unggulan: Japanese Melon, Dalmation, Inthanon, dan Jonetsu.
Menghasilkan buah melon premium dengan berat rata-rata 1,8 kilogram per pohon tentu bukan perkara mudah. Deni menjelaskan bahwa sistem hidroponik menuntut tingkat kedisiplinan yang tinggi dalam hal perawatan harian.
"Hidroponik ini memang kuncinya perawatan paling utama. Pekerjaannya mudah namun harus disiplin. Di dalam greenhouse harus steril, nutrisi dan air tercukupi, serta harus dijaga agar terbebas dari hama dan mendapat sinar matahari penuh," ungkap Deni.
Didukung oleh lima karyawan tetap yang merawat sekitar 3.000 pohon per musim panen, setiap pohonnya dimaksimalkan hanya memproduksi satu buah saja demi menjaga kualitas rasa manis dan tekstur daging buah yang sempurna. Dengan modal satu greenhouse melon hidroponik yang menelan biaya hingga Rp420 juta, ia mampu menghasilkan panen mencapai 2,7 ton setiap 75 hari setelah masa tanam.
Karena menggunakan sistem greenhouse terbatas, wisata petik buah ini tidak buka setiap hari, melainkan hadir secara musiman sebanyak empat kali dalam setahun ketika waktu panen tiba. Oleh karena itu, para pelancong disarankan untuk selalu memantau informasi terkini sebelum berkunjung agar tidak ketinggalan momen emas panen raya.
Antusiasme pasar terhadap melon premium Kudus ini ternyata sangat luar biasa. Pasarnya bahkan sudah menembus kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Permintaan yang sangat tinggi seperti dari Jakarta yang mencapai 7 ton per pekan membuat pihak pengelola harus menggandeng mitra dan berencana memperluas kapasitas produksi secara masif.
Memasuki tahun 2026, Deni menargetkan pengembangan hingga 12 greenhouse demi menjaga kontinuitas stok agar bisa panen setiap dua pekan sekali. Tidak berhenti di situ, pada akhir bulan ini ia juga akan memperluas usahanya di atas lahan seluas satu hektare untuk memperkenalkan komoditas semangka agar variasi wisata petik buah semakin meriah.
Jadi, tunggu apa lagi? Masukkan Muria Farm Hidroponik Kudus ke dalam agenda liburan akhir pekan Anda berikutnya, dan rasakan sendiri manisnya pengalaman memetik buah premium di tengah sejuknya udara pegunungan.
( TribunMuria.com / Saiful MaSum / Tribunstyle.com / Selviana Safitri )