Satpam Bohong ke Istri Sebelum Tewas Terborgol di Jatiluhur, Dedi Mulyadi Curiga : Selingkuh
Ardhi Sanjaya August 03, 2026 01:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sumarna rupanya membohongi istri sebelum ditemukan terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi curiga pelaku pembunuhan masih orang dekat.

Kasus satpam tewas terborgol di Jatiluhur hingga kini masih menjadi misteri.

Komandan Regu (Danru) di tempat kerja Sumarna menceritakan detik per detik sebelum ditemukan tewas.

Menurutnya hari itu Sumarna harusnya kerja pukul 19.00 WIB.

Tapi Sumarna justru datang terlambat.

"Laporannya kirim ke WA (WhatsApp) pribadi, 'Danru saya sudah di pos, izin telat'. Ngirim foto 19.28 serah terima sama yang bagian pagi. Pagi kan mau pulang 19.00, almarhum masuk 19.00, ngirim foto 19.28," jelas Danru ke Dedi Mulyadi.

KDM berseloroh soal pengalaman sejumlah temannya yang suka mengakali foto untuk dikirim ke istri.

"Ini mah urusan pegawai yang suka selingkuh ke istri, bukan urusan satpam. Saya punya teman difoto sama saya beberapa kali, ternyata distok buat istrinya. Ini mah saya ngomongin teman saya," katanya.

Hal tersebut juga terjadi dengan Sumarna.

Danru mengungkap bahwa Sumarna bohong ke istri sebelum ditemukan tewas terborgol.

"Ada. Ya almarhum kirim ke istrinya. Saya kan dibilangnya jam 20.30 yah," katanya.

Istri Sumarna, Siti Maryam mengungkap pukul 20.00 WIB dia menelepon suaminya, tapi tidak diangkat.

"Sama saya ditelepon, 3 kali berdering, ditolak. 'Yah jangan lupa nanti ke desa rapat. 20.15'," katanya.

Baca juga: Ternyata Satpam Bawa Uang Linmas Sebelum Tewas di Waduk Jatiluhur, Pelaku Tak Sendiri, Punya Borgol

Tak berselang lama Sumarna membalas chat istri dengan mengirim foto bersama Danru.

"Beliau baca, beliau balas, ngirim foto sama pak Danru ini. Katanya, 'lagi ada danru gak enak ditinggalin'," katanya.

Padahal Danru mengaku malam itu sama sekali tidak datang ke pos mendatangi Sumarna.

Ia hanya mengontrol lewat HT.

"Padahal tidak bersama danru, berarti foto stok," kata Dedi Mulyadi.

Ternyata setelah diperiksa, foto Danru yang dikirim ke istri merupakan jepretan tahun 2025.

Baca juga: 5 Fakta Baru Kematian Satpam Sumarna, 27 CCTV di Waduk Jatiluhur hingga Gelagat Aneh Korban Disorot

"Dicek di HP-nya kan 2025," katanya.

Sumarna diperkirakan sudah meninggalkan pos satpam pukul 21.00 WIB.

Lalu Linmas datang ke pos 22.30 WIB tidak melihat ada Sumarna.

"Kembali lagi ke pos ada anak yang melihat. Jam 12 dia (anak-anak) berangkat beli nasi goreng belum ada, kembali jam 1 udah ada," katanya.

Sedangkan Danru menerima laporan terakhir dari Sumarna pukul 00.56 WIB.

"(Laporan) jam 8 sampai jam 1. Jam 00.56 laporan WhatsApp sama foto. Ya gak paham (foto terbaru atau stok) karena gak ada tanggal," katanya.

Dedi Mulyadi menduga foto yang terakhir dikirim ke Danru pun merupakan stok.

"Ini yang dimaksud, karena siapa tahu ada hubungannya dengan peristiwa ini. Tinggal dicek almarhum bertemu siapa, dimana, kan bisa kecek lewat data internet. Akan terlihat dimana, rumah siapa, sehingga kita bisa menyimpulkan dihabisi di lokasi  apa bertengkar dulu di tempat itu sehingga dikejar. Tinggal motif, dendam karena apa, keuangan atau faktor lain," katanya.

KDM curiga sebenarnya jejak Sumarna hanya di seputaran Waduk Jatiluhur saja.

"Kalau seperti itu menurut saya bisa jadi hanya di seputaran itu. Pelakunya bisa jadi orang yang dikenal, bisa jadi. Karena almarhum mah kan tidak jauh kan," katanya.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan menerangkan bahwa kasus satpam tewas terborgol tidak ada kaitan dengan motif perampokan.

Baca juga: 5 Fakta Baru Kematian Satpam Sumarna, 27 CCTV di Waduk Jatiluhur hingga Gelagat Aneh Korban Disorot

"Barang milik korban termasuk handphone, dompet, perlengkapan dari security termasuk borgol yang ada di badannya ini masih utuh. Termasuk kendaraan motornya juga masih utuh. Jadi hipotesa pertama di sini adalah kaitannya tidak terkait dengan masalah perampokan, maupun juga pengambilan barang berharga dia," katanya di Youtube Metro TV.

Ia mengatakan bahwa borgol yang dipakai mengikat tangan korban, diduga kuat merupakan milik pelaku.

"Salah satu fakta tadi dikatakan borgol ini masih utuh karena perlengkapan satpamnya ini masih utuh. Sehingga kita duga bahwa borgol yang digunakan pelaku ini bukan dari borgol dari kiorban, berarti dari pelaku ini," katanya.

Kata Hendra, penyidik menduga bahwa pelaku tidak beraksi sendiri.

"Kita juga dari penelusuran kita di sini pelakunya tidak hanya satu, kita duga seperti itu," katanya.

Baca juga: Dedi Mulyadi Wujudkan Harapan Satpam Sumarna Semasa Hidup, Keluarga Juga Dapat Santunan Rp418 Juta

Kini setelah gelar perkara, polisi menemukan jejak Sumarna sebelum tewas.

"Lokasi ketika si korban ini dari tempat pos ke TKP (tempat kejadian perkara) ada anomali bahwa yang bersangkutan tidak langsung menjurus ke lokasi tempat dia tenggelam, tapi dia melewati perumahan-perumahan, dimana di situ tempatnya gelap kemudian tidak ada penerangan lampu dan memasuki di antara rumah-rumah ini," katanya.

Berikut jejak sinyal handphone Sumarna :

  • 17.00 WIB pulang ke rumah dan istirahat, tidur sampai 19.20 WIB.
  • 20.00 WIB berangkat bekerja diantar oleh Siti Maryam
  • 21.00 WIB keluar dari pos. Sempat istrinya dan anaknya juga mengunjungi pos karena jarak tempuhnya kurang lebih 100 meter.
  • 23.00 WIB belum kembali, 
  • 23.30 WIB Linmas mengecek ke pos 
  • 02.00 WIB kembali ke pos dari lokasi yang berjarak 3,2 kilometer dari pos.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.