Fakta-Fakta Kebakaran Hutan di Gunung Soputan Mitra: Api Sulit Dipadamkan, Pendaki Sempat Terjebak
Isvara Savitri August 03, 2026 01:22 PM

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Kebakaran hutan melanda Gunung Soputan, Kecamatan Silian Raya, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara.

Kebakaran tersebut melahap kurang lebih 100 hektare hutan lindung hingga Senin (3/8/2026) dini hari.

Kabarnya hingga saat ini pun api masih belum berhasil dipadamkan.

Padahal peristiwa tersebut terjadi sejak Minggu (2/8/2026) pagi.

Berikut fakta-fakta tentang kebakaran tersebut:

Terjadi Sejak Minggu Pagi

Kebakaran hutan melanda Kecamatan Silian Raya, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara, pada Minggu (2/8/2026). 

Kobaran api dilaporkan membakar kawasan hutan lindung yang berada di wilayah Gunung Soputan.

Camat Silian Raya, Natalia Tangel, mengatakan laporan pertama mengenai kejadian tersebut diterima sekitar pukul 09.45 Wita.

Hingga Minggu malam, titik-titik api masih terlihat dari kawasan Wisata Alam Camping Ground Selet di Kecamatan Silian Raya.

KEBAKARAN HUTAN - Sekitar 100 hektare hutan di kecamatan Silian Raya, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara mengalami kebakaran, Minggu 2 Agustus 2026. 
KEBAKARAN HUTAN - Sekitar 100 hektare hutan di kecamatan Silian Raya, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara mengalami kebakaran, Minggu 2 Agustus 2026.  (Dokumen Pribadi/Foto BPBD Mitra.)

"Laporan kami terima pada pukul 09.45 Wita. Sampai malam ini api masih terpantau dari lokasi Wisata Alam Camping Ground Selet," ujar Natalia saat dikonfirmasi Tribun Manado.

Berdasarkan hasil pemantauan sementara, luas kawasan hutan lindung yang terdampak kebakaran diperkirakan telah mencapai sekitar 100 hektare.

Pendaki Sempat Terisolasi

Tim Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sulawesi Hambali Mokoagow menjelaskan, area yang terdampak didominasi vegetasi berupa semak belukar, alang-alang, dan pohon pinus.

Menurutnya, kobaran api dengan cepat meluas karena dipicu angin kencang, ditambah banyaknya serasah atau daun pinus kering yang menjadi bahan bakar alami.

Saat dihubungi Tribun Manado melalui WhatsApp pada Minggu (2/8/2026) malam, Seksi Wilayah III Manado menyampaikan bahwa penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.

Meski demikian, terdapat dugaan awal bahwa peristiwa tersebut berkaitan dengan aktivitas manusia.

Asap pekat akibat kebakaran terlihat membumbung tinggi dan dapat disaksikan dari kawasan Wisata Alam Camping Ground Selet di Kecamatan Silian Raya.

Selain itu, petugas juga menerima informasi mengenai seorang pendaki yang diduga masih terjebak di sekitar Pos 2 kawasan pendakian.

Api Sulit Dipadamkan

Baca juga: Dikawal Panji Yosua, Ketua Sinode GMIM Adolf Wenas Datangi Polda Sulut

Baca juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu Bebarengan - Twentynine - Kunci G

Kebakaran hutan yang melanda Kecamatan Silian Raya, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), belum juga berhasil dikendalikan setelah berlangsung selama sekitar 15 jam.

Peristiwa yang mulai terjadi pada Minggu (2/8/2026) itu diperkirakan telah menghanguskan sekitar 100 hektare kawasan hutan lindung.

Untuk menangani kebakaran tersebut, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi.

Namun, upaya pemadaman menghadapi berbagai kendala sehingga api masih terus berkobar.

Hingga Senin (3/8/2026) sekitar pukul 01.20 Wita, luas area yang terbakar terus bertambah seiring kobaran api yang belum berhasil dijinakkan.

Camat Silian Raya, Natalia Tangel, mengatakan medan yang berat menjadi hambatan utama dalam proses pemadaman.

Menurutnya, titik-titik api berada di kawasan pegunungan dengan kemiringan yang cukup terjal sehingga sulit dijangkau oleh petugas.

"Lokasi kebakaran berada di pegunungan yang curam, sehingga proses pemadaman sangat sulit dilakukan," ujar Natalia saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Senin (3/8/2026) dini hari.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.