BGN Temukan 414 SPPG Bermasalah, Sebanyak Rp 311 Miliar Dana MBG Dikembalikan ke Negara
Eri Ariyanto August 03, 2026 03:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan adanya kejanggalan dalam pengelolaan dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Temuan tersebut muncul setelah BGN melakukan pemeriksaan terhadap ribuan rekening virtual (VA) milik dapur MBG.

Dari penelusuran itu, sebanyak 414 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diketahui memiliki masalah dalam pengelolaan rekening.

Kejanggalan yang ditemukan cukup beragam dan berkaitan dengan penyaluran dana operasional dapur MBG.

Ada rekening yang tetap menerima transfer dana meski dapur belum mulai beroperasi.

BGN juga menemukan satu dapur yang tercatat memiliki lebih dari satu rekening virtual.

Kondisi tersebut membuat dana yang seharusnya digunakan untuk operasional program mengendap di rekening tertentu.

BGN kemudian melakukan penelusuran dan mengamankan dana yang dinilai tidak semestinya berada di rekening tersebut.

Hasilnya, uang negara senilai Rp311.246.295.184 berhasil dikembalikan ke kas negara.

Dana tersebut berasal dari 414 SPPG yang tersebar di berbagai daerah dan menggunakan rekening lima bank penyalur.

Kepala BGN Sudaryono menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menyelamatkan keuangan negara.

BGN juga akan memperketat pengawasan agar penyaluran anggaran MBG lebih tepat sasaran dan akuntabel.

Baca juga: Gebrakan Terbaru Aura Kasih, Tak Lagi Andalkan Dunia Hiburan, Kini Bangun Bisnis Ketahanan Pangan

Seperti diketahui, Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan uang negara senilai Rp311.246.295.184 setelah menemukan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana pada 414 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.

Dana tersebut merupakan hasil penelusuran terhadap ribuan rekening virtual (virtual account/VA) yang digunakan sebagai rekening penampungan operasional dapur MBG.

Setelah dilakukan pemeriksaan, BGN menemukan sejumlah kejanggalan yang berpotensi menimbulkan penyalahgunaan dana negara.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, proses audit dilakukan terhadap ribuan rekening virtual yang tersebar di sejumlah bank penyalur.

Dari hasil pemeriksaan itu ditemukan berbagai anomali, mulai dari rekening yang tetap menerima transfer dana meski dapur belum beroperasi hingga satu dapur yang memiliki lebih dari satu rekening virtual.

"Setelah kami periksa ribuan-ribuan rekening ini, kami menemukan anomali. Ada saldo rekening yang terkirim dari pusat kepada rekening-rekening dapur yang dalam bentuk virtual account itu, ternyata rekening penampungan itu dapur, baik dapur itu belum beroperasi, atau ada yang satu dapur punya beberapa rekening virtual account," ujar Sudaryono.

Ia menegaskan, seluruh dana yang terindikasi tidak semestinya berada di rekening-rekening tersebut telah diamankan dan dikembalikan ke kas negara sebagai bentuk penyelamatan keuangan negara sekaligus upaya memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.

LAPOR JIKA TAK BERES - Kepala BGN Sudaryono menegaskan, pihaknya membuka pintu laporan seluas-luasnya jika ada dapur MBG yang tidak beres, hal tersebut disampaikan di kantornya, Rabu (22/7/2026). (Tribun Jakarta/Yusuf Bachtiar)

Menurut Sudaryono, total dana yang berhasil dikembalikan mencapai Rp311,2 miliar. Dana itu berasal dari 414 SPPG yang tersebar di berbagai wilayah dan disimpan pada lima bank penyalur.

Rinciannya, dana sebesar Rp137,5 miliar berasal dari 121 SPPG yang menggunakan rekening virtual Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Selanjutnya, Rp74 miliar berasal dari 117 SPPG pengguna rekening Bank Negara Indonesia (BNI).

Kemudian, BGN juga mengamankan dana Rp71,6 miliar dari 129 SPPG yang menggunakan rekening Bank Mandiri. Sementara itu, dana sebesar Rp12,9 miliar berasal dari 19 SPPG melalui Bank Syariah Indonesia (BSI), serta Rp15,3 miliar dari 28 SPPG yang menggunakan rekening Bank Tabungan Negara (BTN).

Temuan tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh yang tengah dilakukan BGN terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Pemeriksaan difokuskan untuk memastikan setiap dana APBN yang dialokasikan kepada dapur MBG benar-benar digunakan sesuai peruntukannya dan tidak mengendap pada rekening yang tidak semestinya.

Sudaryono menegaskan pihaknya akan terus memperketat pengawasan terhadap sistem penyaluran dana, termasuk menertibkan penggunaan rekening virtual oleh setiap SPPG.

Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah terulangnya penyimpangan serupa serta meningkatkan akuntabilitas pengelolaan anggaran program strategis nasional tersebut.

Ia menambahkan, BGN akan terus berkoordinasi dengan bank-bank penyalur dan melakukan verifikasi berkala terhadap status operasional setiap dapur MBG agar penyaluran anggaran benar-benar tepat sasaran dan tidak lagi ditemukan rekening yang menerima dana meski belum memenuhi syarat operasional.

Bila diinginkan, naskah ini juga dapat dikembangkan dengan menambahkan latar belakang mengenai rangkaian temuan BGN sebelumnya, termasuk penertiban ratusan SPPG bermasalah, penghentian dapur yang tidak memenuhi standar, serta upaya digitalisasi sistem pengawasan dana MBG agar lebih komprehensif dan memiliki konteks yang lebih kuat.

(TribunNewsmaker.com/Wartakota)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.