TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Papua (UNIPA), Andarias Tinting, mempresentasikan penelitian berjudul “Kajian Struktur dan Kinerja Mesin Ekstraksi Santan Kelapa Tipe Ulir (Screw Press) Bertenaga Motor Bakar)”, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, penelitian ini berangkat dari potensi kelapa sebagai komoditas unggulan di Papua Barat.
Sebagai pendahuluan, ia menegaskan bahwa buah kelapa memiliki nilai ekonomi tinggi karena dapat diolah menjadi kopra, minyak, dan santan.
Bahkan, data yang diperoleh menyebut Indonesia tercatat sebagai produsen kelapa terbesar kedua dunia dengan produksi sekitar 18 juta ton per tahun.
"Di Papua Barat, luas areal kelapa mencapai 21,7 ribu hektare, dengan Kabupaten Tambrauw sebagai salah satu daerah potensial," papar Andarias di hadapan penguji dan peserta seminar.
Baca juga: Bayar UKT dan Biaya Wisuda, Mahasiswa Unipa Padati Bank Mandiri Manokwari
Menurut Andarias, pengolahan kelapa di masyarakat masih terkendala, terutama pada tahap ekstraksi santan yang banyak dilakukan secara manual.
Hal ini memengaruhi kapasitas produksi dan kualitas minyak kelapa. Untuk itu, pemerintah daerah bersama UNIPA mengintroduksi mesin ekstraksi santan tipe ulir bertenaga motor bakar.
"Mesin ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas proses produksi," katanya.
Penelitian Andarias sendiri bertujuan mengkaji struktur dan dimensi komponen mesin serta menilai kinerjanya dalam kondisi lokal Papua.
Pengujian dilakukan dengan dua perlakuan jarak pengeluaran ampas kelapa (2,5 mm dan 4 mm), dengan variabel meliputi kapasitas ekstraksi, rendemen santan, sisa santan dalam ampas, dan konsumsi bahan bakar.
Hasil penelitian diharapkan menjadi informasi bagi produsen dalam pengembangan mesin yang sesuai kebutuhan lokal, sekaligus membantu masyarakat meningkatkan kapasitas pengolahan kelapa.
Dosen pembimbing, Wilson Palelingan, mengapresiasi presentasi tersebut dan meminta Andarias memanfaatkan masukan untuk penyempurnaan sebelum ujian komprehensif.