TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Sosok warga Kabupaten Tulungagung jadi korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa di Sumenep.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto secara langsung mengunjungi korban selamat yang telah berhasil dievakuasi, Senin (3/8/2026).
Keduanya berdialog dengan korban yang tengah transit di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
"Semua ini dalam proses penanganan. Sekarang ini yang membutuhkan rawat inap ada di RS PHC. Tapi seandainya ada yang harus dirujuk ke Rumah Sakit milik Pemprov, maka semua akan ditanggung biayanya oleh Pemprov," kata Khofifah di lokasi.
Baca juga: Jadwal Terbaru Persebaya Surabaya vs Arema FC Semifinal Piala Presiden 2026 Live Indosiar
Baca juga: Jadwal Terbaru Persebaya Surabaya vs Arema FC Semifinal Piala Presiden 2026 Live Indosiar
Berdasarkan data dari petugas, terdapat 236 orang yang menumpangi kapal tersebut. Hingga Senin siang, sudah ada 234 orang yang berhasil dievakuasi dengan 5 diantaranya meninggal dunia.
Sedangkan 2 orang lain masih dicari. Sebagian besar korban sudah berhasil dibawa ke Surabaya. Tinggal sebanyak 57 orang korban yang masih perjalanan menuju Surabaya setelah dievakuasi.
Khofifah mendoakan penumpang yang selamat dan tengah perjalanan menuju Surabaya dapat dipastikan dalam kondisi yang baik. Sementara untuk korban meninggal, Khofifah menyampaikan duka mendalam. Terlebih, satu diantara lima orang itu merupakan warga Tulungagung Jawa Timur.
"Jadi nanti dari Pemprov juga akan menyampaikan santunan duka cita untuk keluarga yang berasal dari Jawa Timur," ucap Khofifah.
Posko Post Mortem RS Bhayangkara Surabaya mulai beroperasi untuk membantu proses identifikasi korban meninggal dunia dalam insiden kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 yang terjadi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Posko yang disiapkan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jatim tersebut berada di teras kamar mayat Kompartemen Dokpol RS Bhayangkara Surabaya dan mulai menerima jenazah korban pada Senin (3/8/2026) pagi.
KMP Mutiara Sentosa 2 milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) yang melayani rute Surabaya-Makassar terbakar saat berlayar di perairan utara Sumenep pada Minggu (2/8/2026). Kapal tersebut diketahui mengangkut lebih dari 200 penumpang dan awak kapal.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah keluarga korban telah menunggu di Posko Post Mortem sejak pagi hari. Mereka melakukan pendataan dan registrasi yang difasilitasi petugas Dokpol untuk keperluan proses identifikasi.
Sekitar pukul 07.44 WIB, sebuah ambulans membawa satu kantong jenazah korban ketiga ke RS Bhayangkara Surabaya. Jenazah tersebut langsung dievakuasi menuju ruang kamar mayat untuk proses identifikasi lebih lanjut.
"Iya sudah ada beberapa kantung jenazah, mohon waktu, nanti akan disampaikan jelasnya," ujar Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Jatim AKBP dr Adam Bimantoro SpAn FCC MBiomed saat ditemui di lokasi.
Sementara itu, petugas ambulans dari BPBD mengungkapkan masih ada dua jenazah lainnya yang akan dibawa menuju RS Bhayangkara Surabaya.
"Kayaknya agak siang mas, karena yang evakuasi KRI-nya TNI AL," ujarnya.
Korban Ditemukan 234 Orang, Lima Meninggal Dunia
Berdasarkan data terbaru Kantor Basarnas Surabaya hingga Senin (3/8/2026) pukul 03.30 WIB, total korban yang berhasil ditemukan dan dievakuasi mencapai 234 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 229 orang dinyatakan selamat dan lima orang meninggal dunia.
Korban berhasil diselamatkan berkat bantuan berbagai unsur pelayaran yang berada di sekitar lokasi kejadian. Tercatat sembilan kapal dan satu perahu nelayan turut membantu proses evakuasi penumpang dari kapal yang terbakar.
Sementara berdasarkan data Humas Polresta Sumenep, KMP Mutiara Sentosa 2 membawa total 271 orang yang terdiri dari 232 penumpang, 26 anak buah kapal (ABK), dan 13 ABK tambahan.
Kronologi Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2
Insiden bermula saat Kantor SAR Surabaya menerima laporan dari Syahbandar Tanjung Perak pada Minggu (2/8/2026) pukul 08.24 WIB terkait kebakaran kapal di perairan utara Madura.
Satu menit kemudian, PT Atosim Lampung Pelayaran melaporkan bahwa KMP Mutiara Sentosa 2 mengalami kebakaran saat berada di wilayah perairan utara Pulau Madura.
Informasi dari nahkoda menyebutkan api mulai muncul sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Setelah laporan awal tersebut, komunikasi dengan nahkoda terputus dan tidak dapat dilakukan kembali.
Kantor SAR Surabaya kemudian berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak serta Pos SAR Sumenep untuk memastikan posisi kapal dan mempercepat proses penyelamatan.
Pada pukul 09.45 WIB, hasil komunikasi dengan Kapal Meratus Project 3 menunjukkan posisi KMP Mutiara Sentosa 2 berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Buruan, Sapudi.
Saat ditemukan, kondisi kapal dilaporkan hampir terbakar habis. Para penumpang terlihat berkumpul di anjungan dan haluan kapal sambil menunggu bantuan datang.
Penumpang Melompat ke Laut Hindari Kobaran Api
Karena tidak dapat mendekat akibat membawa muatan mudah terbakar, Kapal Meratus Project 3 hanya melakukan pemantauan dari jarak aman.
Proses evakuasi kemudian dilakukan oleh Kapal TB Hasnur 26 yang menyatakan kesiapannya membantu seluruh penumpang.
Pada pukul 10.20 WIB, sejumlah penumpang memilih melompat ke laut untuk menyelamatkan diri dari kobaran api yang semakin membesar.
Selain TB Hasnur 26, sejumlah kapal lain yang berada di sekitar lokasi turut membantu operasi penyelamatan, di antaranya Kapal Prakarsa Mas, Kapal Meratus Pematang Siantar, Kapal Transco Arapura, serta Kapal British Mentor.
Kapal British Mentor dilaporkan berhasil menyelamatkan dua penumpang KMP Mutiara Sentosa 2.
Sementara itu, KN SAR 249 Permadi dan tim penyelamat dari Basarnas diberangkatkan menuju lokasi untuk memperkuat proses pencarian dan evakuasi korban.
Laporan terakhir menyebutkan operasi pencarian masih terus berlangsung untuk memastikan seluruh penumpang dan awak kapal berhasil ditemukan.
(Yusron Naufal/Tribumataraman.com)