TRIBUNJAKARTA.COM - Pemasangan pagar tinggi di pusat perbelanjaan dan bank yang ada di beberapa daerah di Indonesia sedang menjadi perbincangan di media sosial.
Banyak spekulasi yang muncul terkait pemasangan pagar tinggi tersebut, karena dilaksanakan dalam waktu yang berdekatan.
TribunJakarta.com, merangkum klarifikasi dari Pakuwon Mall Yogya dan BNI terkait pemasangan pagar tersebut.
General Manager Pakuwon Mall Yogya, Vicky Ratih Wandansari mengatakan pemasangan pagar sudah direncanakan sejak tahun lalu.
"Sudah planning dari tahun lalu, sudah pembudgetan dari sejak tahun lalu. Karena di kami memang belum ada pagarnya kan," ujar Vicky di Pakuwon Mall Yogya, Senin (3/08/2026).
Pengerjaan pemasangan pagar dilakukan pada bulan Agustus, lanjut Vicky, lantaran menunggu musim kemarau.
Pertimbangan pengerjaan pada musim kemarau ini karena adanya proses pengerjaan pengecatan.
"Kenapa harus dikerjakanya di bulan Agustus? Seharusnya kami itu sudah memang dari pertengahan, dari awal Juli bahkan untuk mengerjakan ini. Kenapa, karena kami menunggu musim kemarau karena butuh proses mengecat dan sebagainya," bebernya.
Terkejut dikaitkan dengan masalah keamanan Vicky mengaku terkejut di media sosial pemasangan pagar dikaitkan dengan persoalan keamanan.
Padahal sebenarnya pemasangan pagar sudah direncanakan sejak tahun lalu.
"Kami juga membangun di sempadan pagar yang sudah sesuai dengan ketentuan, yang mana kami tidak melanggar. Jadi tidak ada untuk alasan yang bagaimana-bagaimana," ungkapnya.
Disampaikan Vicky, pembangunan hanya untuk di lokasi yang memang belum ada pagarnya.
Pemasangan pagar juga dengan tujuan untuk aspek estetika.
"Jadi hanya yang perimeter luar saja yang memang belum ada pagarnya. Di sisi belakang yang sudah ada pagar ya kami nggak. Jadi perimeter itu batas antara kami dengan sisi luar, makanya sebetulnya apa yang kami kerjakan itu sudah di sepadan pagarnya kami," ujarnya.
Menurut Vicky, proses pengerjaan pemasangan pagar untuk saat ini dihentikan.
Keputusan ini diambil lantaran tidak ingin menambah kegelisahan.
"Karena lagi kayak begini, kami hold. Karena kami tidak mau menambah kegelisahan. Kami jujur tidak menyangka bahwa itu akan membuat gelisah," bebernya.
Vicky berharap masyarakat tidak terbawa dengan isu-isu liar yang membuat investasi menjadi takut.
"Jadi jangan digoreng dengan isu-isu keamanan yang membikin investasi jadi takut. Ini benar-benar di luar prediksi kita. Kita membangun pagar itu demi kebaikan untuk semuanya, untuk estetika, lalu kami memang belum ada pagar," pungkasnya.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelasakan pemasangan pagar di kawasan Gedung BNI Pejompongan, Jakarta Pusat, merupakan bagian dari program penataan kawasan operasional yang disiapkan sejak pertengahan 2025.
Program tersebut mulai direalisasikan pada 2026 setelah seluruh tahapan perencanaan dan pengadaan rampung sesuai mekanisme tata kelola perusahaan.
Pengerjaannya dilakukan bertahap sebagai upaya menciptakan lingkungan operasional yang lebih nyaman, tertib, serta mendukung keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat.
"Program ini direncanakan sejak pertengahan 2025 dan direalisasikan tahun ini setelah seluruh tahapan perencanaan serta pengadaan diselesaikan sesuai mekanisme tata kelola perusahaan," kata Okki, Senin (3/8/2026).
"Pelaksanaannya merupakan bagian dari program penataan kawasan operasional yang telah disusun perusahaan," lanjutnya.
Menurut Okki, BNI secara rutin melakukan evaluasi terhadap aspek kenyamanan dan ketertiban di seluruh fasilitas operasional sebagai bagian dari penerapan manajemen risiko perusahaan.
Upaya ini merupakan bagian komitmen BNI untuk menjaga kenyamanan lingkungan operasional sekaligus memastikan kegiatan usaha dan pelayanan kepada nasabah dapat berlangsung optimal.
Ia memastikan pemasangan pagar tidak mengganggu aktivitas operasional maupun pelayanan ke nasabah.