- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan dirinya tidak berminat menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Pernyataan itu disampaikan setelah namanya ramai disebut masuk dalam bursa calon pengganti Perry Warjiyo.
Bahkan Purbaya memastikan tidak akan mencalonkan diri sebagai Gubernur BI (3/8/2026).
"Enggak," ujar Purbaya usai Konferensi Pers KSSK, Senin (3/8/2026).
Purbaya mengaku namanya memang kerap dikaitkan dengan berbagai jabatan strategis di pemerintahan.
Namun, menurutnya, isu tersebut selama ini tidak pernah menjadi kenyataan.
"Kalau setiap bursa itu nama saya selalu masuk ke mana-mana, tapi nggak pernah jadi. Jadi saya di sini udah syukur lah," kata Purbaya.
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya juga membantah isu yang menyebut Bank Indonesia akan berada di bawah kementerian.
Menurutnya, belum ada pembahasan mengenai perubahan kelembagaan BI.
Ia meminta publik tidak terburu-buru berspekulasi.
Purbaya menilai pemerintah saat ini lebih perlu memperkuat koordinasi antarlembaga dibanding mengubah sistem yang sudah berjalan.
Menurut dia, sinergi antara BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Kementerian Keuangan harus terus diperkuat agar kebijakan ekonomi semakin selaras.
"Ketika keadaan seperti ini, kurang baik mengubah sistem yang ada. Yang penting adalah memperbaiki kinerja kita semua. Kita lebih dekat dengan BI, OJK, LPS, dan keuangan supaya kebijakannya lebih sinergis," ujar Purbaya.
Bahkan, di satu sisi ia mengaku belum pernah mendengar isu yang menyebut BI akan berada di bawah Kementerian Keuangan.
"Kalau itu nanti, saya kayaknya belum dengar malah. Anda dapat bocoran dari mana? Hebat juga," ucapnya.