Amerika Serikat (AS) dinilai tidak akan mudah menggulingkan pemerintahan Iran seperti yang pernah terjadi di Irak, Libya, maupun Suriah.
Dosen Hubungan Internasional BINUS University, Tia Mariatul Kibtiah, menyebut Iran memiliki sistem politik, karakter masyarakat, dan posisi geopolitik yang berbeda.
Menurutnya, tekanan militer terhadap Iran tidak otomatis membuat pemerintahan Teheran runtuh.
"Amerika Serikat lupa Iran itu beda dengan Irak," kata Tia dalam dialog Sapa Indonesia Pagi KOMPASTV, Senin (3/8/2026).
Tia menjelaskan, Iran memiliki sistem kepemimpinan yang kuat melalui konsep pemimpin tertinggi.
Ia menilai kondisi tersebut berbeda dengan Irak saat dipimpin Saddam Hussein yang menghadapi banyak persoalan internal.
"Ini bukan Irak, ini bukan Libya, bukan Suriah yang mudah ditumbangkan karena memang sebagian rakyatnya tidak mendukung," ujar Tia.
Selain faktor politik, Tia menyebut posisi geografis Iran juga menjadi pertimbangan.
Menurutnya, konflik dengan Iran dapat berdampak luas karena negara tersebut berada di kawasan strategis Timur Tengah dan dekat dengan negara-negara sekutu AS.
Tia juga menilai Iran masih memiliki kemampuan untuk melakukan perlawanan meski menghadapi tekanan ekonomi dan militer.