Netanyahu Mulai 'Dicueki' Trump, Ehud Barak Sebut Israel Kehilangan Pengaruh dalam Rencana AS
Laksmi Anindita August 03, 2026 10:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak menilai posisi Israel mulai kehilangan pengaruh dalam proses diplomasi terkait konflik Gaza yang dipimpin Amerika Serikat.

Menurutnya, sejumlah tuntutan Israel tidak lagi menjadi prioritas dalam kerangka perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pernyataan tersebut disampaikan Ehud Barak saat wawancara dengan lembaga penyiaran publik Israel, KAN, pada Minggu (2/8/2026).

Ia menyebut arah kebijakan Amerika Serikat terhadap konflik Gaza mulai mengalami perubahan.

Barak mengatakan bahasa dalam rancangan kesepakatan masih bersifat umum, namun arah kebijakan yang ditempuh dinilai sudah terlihat.

Baca juga: Donald Trump Klaim Iran Meminta Serangan Besar AS Dibatalkan Jelang Perundingan

"Bahasa dalam perjanjian itu sangat ambigu, tetapi arah umumnya jelas. Israel dan tuntutannya diabaikan," kata Ehud Barak, dikutip dari Anadolu.

Menurut Barak, rancangan tersebut tidak lagi memuat kewajiban pelucutan senjata Hamas secara menyeluruh, pengasingan pimpinan Hamas dari Jalur Gaza, maupun penarikan seluruh persenjataan kelompok tersebut.

Ia juga menyebut fokus utama kerangka perdamaian saat ini adalah menghentikan pertempuran serta mengembalikan kendali atas sekitar 53 persen wilayah Gaza, bukan 65 persen sebagaimana yang selama ini diinginkan Israel.

Barak menilai perkembangan tersebut menjadi tantangan bagi pemerintahan Benjamin Netanyahu dalam memperjuangkan kepentingan Israel di tengah proses diplomasi yang masih berlangsung. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.