Baca juga: PCNU Palembang Fokus Sukseskan Muktamar NU ke-35 di Jombang, Berharap ke Depan NU lebih Baik
SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Kita Muda Nahdliyin (KMN) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar diskusi kepemudaan di Kota Palembang. Dalam kesempatan tersebut, KMN Sumsel secara resmi mendeklarasikan dukungannya kepada K.H. Muhammad Yusuf Chudlori, atau yang akrab disapa Gus Yusuf, untuk maju sebagai Ketua Umum PBNU periode mendatang.
Diskusi yang mengangkat tema "Merawat Tradisi dan Menumbuhkan Inovasi di Ruang Digital" ini dihadiri oleh puluhan pemuda Nahdliyin, santri, mahasiswa, akademisi, serta pegiat media digital.
Kegiatan ini difokuskan untuk membahas peran strategis generasi muda NU dalam menghadapi tantangan transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Koordinator Wilayah KMN Sumsel, Rohman, menjelaskan bahwa NU ke depan membutuhkan figur pemimpin yang tidak hanya memiliki kedalaman ilmu keagamaan, tetapi juga peka dan adaptif terhadap kemajuan teknologi informasi serta media sosial.
"Tradisi dan inovasi harus berjalan beriringan. Nilai-nilai pesantren perlu diterjemahkan dalam bahasa digital agar tetap relevan. Kami meyakini Gus Yusuf mampu membawa NU memasuki era transformasi digital," ujar Rohman.
Menurut KMN Sumsel, kebutuhan akan transformasi digital di tubuh organisasi NU mencakup aspek budaya organisasi, penguatan sistem kaderisasi, perluasan jangkauan dakwah, hingga optimalisasi pelayanan umat.
Sementara itu, pemateri diskusi Nasrullah, S.Sos., menekankan pentingnya kehadiran kader-kader muda NU di ruang digital untuk menyebarkan konten yang mencerahkan sekaligus membentengi umat dari arus hoaks serta ujaran kebencian.
"Ruang digital hari ini telah menjadi ruang publik baru. Teknologi harus menjadi instrumen kemaslahatan," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, narasumber lainnya, Muhammad Irawan, menambahkan bahwa generasi muda NU harus bertransformasi menjadi inovator dan produsen pengetahuan di ranah digital, bukan sekadar menjadi pengguna pasif.
Ia mendorong adanya kolaborasi sinergis antara lingkungan pesantren, perguruan tinggi, dan komunitas kreatif guna membangun ekosistem digital yang produktif.
Para narasumber juga sepakat bahwa pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) harus diarahkan untuk kemaslahatan umat dengan tetap berpijak kokoh pada nilai-nilai dasar Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Sebagai hasil akhir dari diskusi tersebut, KMN Sumsel merumuskan sejumlah rekomendasi, di antaranya peningkatan kapasitas digital bagi para kader, masifnya produksi konten dakwah yang kreatif, serta penguatan kolaborasi lintas sektoral antara pesantren, kampus, dan media.
KMN Sumsel berharap kepemimpinan PBNU periode mendatang mampu melahirkan kebijakan strategis yang memperkuat ekosistem digital organisasi secara menyeluruh.
Baca juga: Jelang Muktamar NU, PWNU Sumsel Terbuka Terima Silaturahmi Calon dan Pilih Kandidat Terbaik