Anak Ini Tega Simpan Jenazah Ibunya di Freezer Selama Tiga Tahun demi Cairkan Tunjangan
Hasiolan Eko P Gultom August 03, 2026 11:38 PM

Anak Ini Tega Simpan Jenazah Ibunya di Freezer Selama Tiga Tahun demi Cairkan Tunjangan

 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pria di Inggris dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun empat bulan setelah terbukti menyembunyikan jenazah ibunya di dalam freezer selama hampir tiga tahun.

Si anak tega membekukan jasad sang ibu hanya untuk terus mencairkan dana pensiun dan tunjangan kesejahteraan atas nama korban.

Pengadilan di Inggris menjatuhkan hukuman tersebut kepada Christopher Phillips (60) setelah ia mengaku bersalah atas tindakan menghalangi pemakaman secara sah serta melakukan penipuan dengan mengklaim dana kesejahteraan milik ibunya yang telah meninggal.

Korban, Sylvia Phillips (89), meninggal pada Maret 2023. Namun, kematiannya baru terungkap pada Februari 2026 ketika polisi menggeledah rumah keluarga di Porthcawl, Wales Selatan.

Menurut Reuters, selama hampir tiga tahun setelah kematian ibunya, Phillips menerima sekitar 78.000 hingga 80.000 pound sterling dalam bentuk dana pensiun dan tunjangan sosial, atau setara sekitar Rp1,7 miliar (kurs saat ini).

Penyelidikan bermula ketika aparat mencurigai hilangnya aktivitas Sylvia Phillips, yang tercatat tidak lagi mengunjungi dokter sejak September 2022.

Saat pertama kali dimintai keterangan, Christopher Phillips mengaku ibunya sedang berada di London bersama kerabat.

Namun, penggeledahan di rumah mengungkap fakta berbeda. Polisi menemukan jenazah Sylvia disimpan di dalam sebuah lemari pendingin (freezer).

Tubuh korban dilaporkan ditutupi bunga, sementara di dekatnya terdapat kartu ucapan ulang tahun.

Hingga kini, pihak kepolisian menyatakan penyebab kematian Sylvia Phillips belum dapat dipastikan, meski tidak ada laporan yang menyebut putranya didakwa atas pembunuhan.

Dalam persidangan terungkap bahwa Phillips mengaku kepada seorang psikiater tidak sanggup berpisah dengan ibunya.

Pengacaranya juga menyampaikan bahwa kliennya bahkan tidur di ruangan yang sama dengan freezer tempat jenazah ibunya disimpan karena merasa ingin tetap dekat dengannya.

Meski demikian, hakim Tracey Lloyd-Clarke menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius, terlebih karena disertai penipuan terhadap negara.

"Almarhumah ibu Anda mengalami penghinaan karena disembunyikan di dalam lemari pendingin selama tiga tahun, sementara Anda terus menerima tunjangan atas namanya," ujar hakim saat membacakan putusan.

Kasus ini menjadi perhatian luas di Inggris karena memadukan unsur penipuan kesejahteraan sosial dengan perlakuan tidak layak terhadap jenazah, dua tindak pidana yang dinilai mencederai kepentingan publik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.