Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Legenda Persib Bandung, Asep Sumantri, memberikan analisa bagaimana cara Persib bisa memenangi laga lawan musuh bebuyutan, Persija, dalam semifinal Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa (4/8/2026).
Berikut adalah penuturannya:
"Motivasi pemain Persib Bandung jangan sampai turun saat menghadapi Persija Jakarta, pada semifinal Piala Presiden 2026, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa (4/8/2026) meski tanpa penonton.
Pertandingan tanpa penonton, di tempat netral, tak ada suporter Persib dan Persija, itu sedikitnya berpengaruh untuk meningkatkan motivasi pemain.
Tapi di sisi lain, situasi dan kondisi tanpa penonton, mau-tak mau harus jadi tak berpengaruh terhadap motivasi para pemain. Namun memang atmosfer pertandingan jadi kurang gereget, tak ada gemuruh para penonton.
Pertandingan Persib lawan Persija ini Laga krusial, laga besar, jadi sangat menyayangkan semifinal Piala Presiden tanpa penonton, harusnya jadi contoh, ada penonton tapi harus aman. Untuk memperbaiki keharmonisan antara suporter.
Selain itu dengan tanpa penonton, semangat Piala Presiden meningkatkan UMKM juga berkurang karena siapa yang mau beli dan berjualan kalau tak ada penonton. Yang digemborkan Piala Presiden sukses pertandingan, sukses ekonomi kerakyatan UMKM, kan gitu.
Tapi itu kan karena faktor situasi dan kondisi untuk kenyamanan dan keamanan, mudah-mudahan tak berpengaruh kepada kemeriahan pertandingan semifinal dan final Piala Presiden.
Baca juga: Persib Bandung Terbang ke Bali Hari Ini, Siap-siap Hadapi Semifinal Piala Presiden 2026
Itu karena mungkin 4 tim yang masuk semifinal, merupakan tim besar yang memiliki basis suporter besar, dan memiliki hubungan kurang harmonis.
Persib dengan Persija suporternya kurang harmonis bertentang, lalu Persebaya dengan Arema kurang harmonis dan bertentangan. Jadi mungkin tanpa penonton, pertimbangan keamanan itu.
Mudah-mudahan tanpa penonton, tak berpengaruh kepada motivasi Persib untuk bisa memenangkan pertandingan.
Walaupun pramusim, tapi akhirnya Piala Presiden ini seepeti bukan pramusim, jadi prestise apalagi hadiahnya bertambah gede Rp 8 miliar.
Jadi ngejarnya pasti ke juara, walaupun setiap tim persiapannya belum matang, dan pemainya belum komplit.
Namun, Piala Presiden tetap merupakan kompetisi pramusim untuk melihat kekuatan di liga. Sebab khawatir ada yang cedera, jika terlalu (ngotot), dan di Persib sudah ada dua pemain Berguinho dan Dion Markx.
Di sisi lain prestasi harus diraih, terdapat hadiah besar juga, tapi di sisi lain tetap harus menjaga kondisi jangan sampai ada yang cedera.
Jadi tetap bagi Persib, piala presiden ini merupakan persiapan untuk menghadapi 4 kompetisi, AFC Champions League, ASEAN Club Championship, Super Leageue, dan Piala Indoensia.
Intinya Persib lawan Persija, prestasi, prestise, gengsi, tapi tetap harus jaga jangan sampai pemain cedera.
Baca juga: Aksi Petugas BPBD Bentangkan Bendera Merah Putih Raksasa di Alun-alun Ciamis Jadi Tontonan Warga
Sebab bisa dibilang ini pertandingan yang mempertaruhkan harga diri, Persib kemarin pada Super League juara, padahal Persija yang ngebet ingin juara.
Persija ingin menunjukan bahwa tim juara bisa dikalahkannya, sedangkan Persib ingin menunjukan juara sesungguhnya.
Mudah-mudahan yang terbaik buat Persib, yang penting berusaha kalah menang itu belakangan.
Dengan pemain dan kondisi Persib sekarang, tentu memiliki peluang untuk menang.
Persib sudah mulai kelihatan chemistry nya, kerjasama, dan komunikasi antar lini, dari pertandingan pertama, kedua, dan ketiga. Komunikasi di luar lapangan, secara tidak langsung juga ditampilkan di dalam lapangan". (*)