Semarak HUT ke-81 RI, Warga Tipar Sukabumi Sulap Gang Jadi Nuansa Tradisional Ciamik
Kemal Setia Permana August 04, 2026 12:44 AM

Laporan Kontributor Tribunjabar.id M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026, kemeriahan dan antusiasme warga terasa kental di berbagai daerah. 

Salah satunya seperti yang terlihat di Kampung Tipar, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Warga di lingkungan RT 02 / RW 07 Kampung Tipar bergotong royong mempercantik lingkungan pemukiman mereka dengan dekorasi bernuansa tradisional Sunda yang unik dan ramah lingkungan.

​Pantauan Tribunjabar.id, pemandangan di sepanjang lorong gang tampak megah dan asri. Berbeda dari dekorasi plastik pada umumnya, warga Kampung Tipar memanfaatkan bahan-bahan alami.

Bahan alami itu diantaranya bambu dan jerami yang digunakan sebagai struktur gapura utama serta hiasan gantung.

Lalu, tampah bambu dihias dan ditulis angka penanda "17 - 08 - 45" dan "17 - 08 - 26" serta identitas wilayah wilayah RT 02 RW 07. 

Baca juga: Kepala Perpustakaan Unpad Apresiasi Gada Membaca Ciamis, Sebut Gerakan Literasi Lampaui Ekspektasi

Terdapat juga Caping (Topi Petani) yang digunakan sebagai penutup lampu hias di sepanjang jalan gang. Umpak dan ornamen kayu juga melengkapi ucapan "Wilujeng Sumping di RT.02 RW.07 Tipar Palabuhanratu" yang hangat menyapa setiap pengunjung.

Tak lupa, umbul-umbul merah putih serta bendera Sang Saka Merah Putih turut berkibar di sepanjang jalur gang, dipadukan dengan gantungan ornamen burung merpati putih buatan yang memperkuat kesan kedamaian dan kebebasan.

Ornamen burung itu dibuat menggunakan galon bekas sebanyak sekitar 200 galon bekas.

Menariknya, seluruh ornamen hiasan itu dibuat warga menggunakan bahan bekas, mulai dari kayu, tampah bambu, caping dan ornamen lain dibuat menggunakan limbah.

Usut punya usut, ide cemerlang hiasan tradisional bernuansa Sunda itu dicetuskan oleh seorang tokoh masyarakat, H. Eman Sulaeman.

"Sebetulnya ide itu dari ketidak adaan, dari ketidak mampuan, dari tidak ada bahan, dari tidak bisa direncanakan, ada orang yang ngasih-ngasih (bahan). Jadi di sana baru muncul ide. Jadi tidak bisa direncanakan mau bikin apa, jadi ada yang nyumbang kayak bambu, nah di sana baru timbul gagasan dari bahan yang sudah tersedia," kata Eman kepada Tribunjabar.id, Senin (3/8/2026).

Eman mengatakan nuansa tradisional Sunda dipilih untuk kembali mengingatkan kepada generasi muda tentang budaya Sunda yang saat ini belum banyak diketahui oleh kalangan anak muda.

"Itu kan dari bambu, tahun ini kan beda modelnya, gapura gaya zaman dulu yah, jadi konsepnya etnis sunda, sederhana, natural dan tradisional. Ini temanya etnis sunda, kan ini ada gayung, anak sekarang kan banyak yang gak pada tahu," ucap Eman.

Di tempat yang sama, Ketua RT 02, Dodi Kusnaedi, menambahkan, jalan yang dihias sepanjang 120 meter yang ada di wilayah lingkungan RT 02.

Setelah H. Eman mendapatkan ide, sebanyak 10 orang warga langsung mengerjakan karya seni tradisional itu untuk menghiasi jalan perkampungan.

​"Jadi kan pak haji sebagai penggagas, yang pertama itu kan ada burung itu dari galon bekas, itu ada sekitar 200 galon, jadi ini direncanakan emang udah 1 bulan, dikumpul-kumpul bahannya, gagasannya dari pak haji Eman," kata Dodi.

Baca juga: Hiu Tutul Sepanjang 7 Meter Terdampar di Pantai Batukaras Pangandaran

Semangat kesederhanaan yang dibalut kreativitas tinggi ini membuktikan bahwa menyambut hari kemerdekaan tidak harus mahal, melainkan butuh kekompakan dan rasa cinta terhadap Tanah Air.

Eman menegaskan, setiap tahun warga Kampung Tipar selalu menghias jalan dengan berbagai ornamen menarik untuk memyambut HUT Kemerdekaan RI.

"Ini udah 4 tahun berjalan, jadi Kampung Tipar ini RT 02 udah jadi tradisi. Kalau gak ada ini bagaimana masyarakat camplang (sepi) amat Tipar. Jadi kami di Kampung Tipar selalu nomor satu soal ini, karena kita tidak berjuang menggunakan bambu runcing untuk kemerdekaan, tapi dengan cara begini kita menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air," ucap Dodi. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.