4 Kejanggalan Kematian Sutrimo Menurut Susno Duadji, Kondisi Jasad hingga Reaksi Keluarga Korban
Rr Dewi Kartika H August 04, 2026 01:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Kasus kematian Sutrimo, pria yang disebut-sebut sebagai kepala rumah tangga mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, terus jadi sorotan publik. 

Kematian Sutrimo yang mendadak serta berbagai kejanggalan yang ada memicu spekulasi dan kecurigaan di tengah masyarakat.

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol (Purn) Susno Duadji, memberikan pandangan mengenai indikasi kejanggalan dalam kematian Sutrimo.

Kondisi Fisik Normal dan Meninggal Mendadak

Susno Duadji menyoroti bahwa sebelum dinyatakan meninggal, Sutrimo diketahui dalam kondisi sehat dan tidak sedang mengidap penyakit berat.

"Kejanggalannya pertama yang bersangkutan tidak menderita sakit dalam arti bahwa dia sakit di rumah atau mondok di rumah sakit, atau dia mengeluh pada hari itu kepada seseorang bahwa dia sedang sakit berat."

"Nah, jadi berarti dia kondisinya sebagaimana kita-kita ini ya normal-normal. Yang kedua, meninggalnya kok mendadak," kata Susno Duadji dalam program 'Kacamata Hukum' di kanal YouTube Tribunnews.com, Senin (3/8/2026).

Rumor Busa di Mulut Korban

Selain kematian yang tergolong tiba-tiba, beredar pula foto di media sosial yang menunjukkan adanya busa dari mulut korban. 

 Menurut Susno, kondisi tersebut secara medis dan forensik memunculkan beberapa indikasi.

"Yang ketiga, konon kabarnya ya kalau berdasarkan foto yang beredar di media sosial, di mulutnya mengeluarkan busa gitu kan. Nah, kalau busa ini satu ya orang mabuk, kedua orang penyakit ayan."

"Ketiga dia kena racun gitu ya. Kalau betul itu ada busa ya. Tapi karena kita kan enggak berada di lokasi hanya dapat foto dari media sosial," ungkapnya.

Prosedur Penanganan Jenazah Dipertanyakan

Kejanggalan berikutnya yang paling disorot Eks Kabareskrim Polri ini adalah tidak adanya laporan resmi ke kepolisian saat korban ditemukan meninggal secara tidak wajar. 

Jenazah justru langsung dibawa ke kampung halaman korban dan langsung dimakamkan pada malam hari itu juga.

"Keempat kok tidak lapor ke polisi ya saat kejadian sudah tahu dia meninggal seperti itu mendadak, kok enggak lapor ke polisi."

"Kelima tidak lapor polisi, langsung dibawa pulang ke kampung halamannya di Wangon (Banyumas, Jateng) ya kalau enggak salah Wangon, Jawa Tengah ya," tutur Susno.

Sikap Keluarga dan Relasi dengan Kasus Febrie Adriansyah

Satu hal lain yang dinilai janggal Susno Duadji adalah respons dari pihak keluarga korban.

Susno menilai keluarga Sutrimo terkesan sangat cepat memberikan pernyataan menerima kematian Eks Karumga Febrie Adriansyah, tanpa adanya penyelidikan mendalam terlebih dahulu.

"Kok keluarganya dengan tiba-tiba membuat satu statement bahwa menerima gitu atas kematian ini," imbuh Susno.

Mengingat rekam jejak korban yang bekerja di lingkungan sosok pejabat hukum yang tengah disorot publik, Susno menilai sangat wajar jika timbul berbagai spekulasi dan desakan agar kepolisian turun tangan mengusut tuntas.

"Nah, melihat kejanggalan-kejanggalan ini dikaitkan dengan fakta bahwa Sutrimo ini bekerja di rumah Bapak Febrie ya, Febrie Adriansyah yaitu mantan atau Jampidsus yang sekarang terkena perkara yang cukup menghebohkan jagat nasional gitu."

"Nah, hal-hal ini menimbulkan suatu kecurigaan, wajar gitu. Publik curiga dan meminta Polri agar mengusut tuntas kematian ini. Apa ada kaitannya dengan perkara dari Bapak Febrie Adriansyah? Nah, itu kan wajar publik bebas curiga gitu ya," pungkas Susno Duadji.

Polisi Panggil Dokter yang Pertama Tangani Jenazah Sutrimo

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan penyidik telah mengirim undangan klarifikasi kepada dokter yang pertama kali memeriksa jenazah Sutrimo.

"Penyidik sedang mengirim, sudah mengirim undangan klarifikasi kepada dokter yang memeriksa. Makanya nanti akan didalami dulu proses tersebut," kata Budi kepada wartawan, Jumat (31/7/2026).

Menurut Budi, pemeriksaan itu bertujuan mencocokkan seluruh fakta yang ditemukan penyidik, termasuk foto dan video yang beredar di media sosial, rekaman kamera pengawas (CCTV), serta keterangan medis dari rumah sakit.

Salah satu hal yang didalami ialah foto yang memperlihatkan busa putih di area mulut dan hidung Sutrimo saat ditemukan.

"Kita mungkin teman-teman juga sudah melihat ada foto yang beredar, tetapi kan harus kita klarifikasi apakah benar itu kondisi awal, benar enggak itu merupakan sosok almarhum S atau bukan? Termasuk video-video yang beredar ambulans, keranda jenazah yang dibawa ada CCTV, ini kan harus ditemukan persesuaian oleh teman-teman penyidik," ujarnya.

Pihak RS Akui Tidak Lihat Busa saat Jenazah Datang

Sebelumnya, Tim Divisi Hukum RS Muhammadiyah Taman Puring, Ahmad, mengatakan dokter tidak melihat adanya busa di mulut maupun hidung Sutrimo ketika jenazah tiba di rumah sakit.

Menurut Ahmad, saat itu tubuh korban sudah tertutup selimut hingga bagian wajah sehingga kondisi awal tidak dapat diamati secara langsung.

"Nah, kita tidak mengetahui itu. Secara pemeriksaan memang pasien itu sudah tertutup oleh kain atau namanya selimut ya," kata Ahmad kepada Tribunnews.com, Selasa (27/7/2026).

Ia menduga busa yang terlihat dalam foto yang beredar kemungkinan sudah hilang atau tersapu kain penutup jenazah sebelum pemeriksaan dilakukan.

Selain itu, hasil pemeriksaan fisik luar juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Sutrimo.

Tim dokter hanya mendapati lebam mayat (livor mortis), yakni perubahan warna kulit yang lazim muncul beberapa waktu setelah seseorang meninggal dunia.

"Ya, secara informasi yang disampaikan oleh tim dokter kami, tidak diketahui atau tidak ditemukan (tanda kekerasan). Ya, hanya bukti kematian itu ya, apa namanya, luka lebam ya. Luka lebam tuh akibat memang sudah mati lama, itu saja yang ditemukan," ujar Ahmad.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.