Tragis, Dua Warga Trenggalek Tewas Tertimbun Longsor Saat Gali Sumur Sedalam 20 Meter di Panggul
faridmukarrom August 04, 2026 09:50 AM

Nasib tragis menimpa dua warga Desa Besuki, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Keduanya meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tanah dan bebatuan saat menggali sumur milik warga pada Senin (3/8/2026).

Korban diketahui bernama Jumiyo dan Nur Rohman. Keduanya sedang bekerja menggali sumur dengan kedalaman sekitar 20 meter di lahan milik Bibit, warga yang saat ini bekerja di Kalimantan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan peristiwa kecelakaan kerja tersebut terjadi sekitar pukul 11.27 WIB.

Lokasi kejadian berada di RT 21 RW 07 Dusun Bungur, Desa Besuki, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek.

"Mereka berdua menggali sumur dengan kedalaman kurang lebih 20 meter. Kemudian terjadi longsoran yang menyebabkan korban tertimbun tanah dan bebatuan dari bibir sumur," ujar Triadi Atmono dalam keterangan resminya, Selasa (4/8/2026).

Longsoran Timbun Pekerja di Dasar Sumur

Menurut Triadi, saat kejadian kedua korban berada di dalam sumur yang sedang digali. Tiba-tiba tanah dan bebatuan dari bagian atas sumur longsor dan menimpa keduanya.

Peristiwa tersebut segera diketahui warga setempat. Salah seorang saksi yang juga perangkat desa bernama Hendro langsung melaporkan kejadian itu kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Pos BPBD Wilayah Kecamatan Panggul.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh petugas gabungan.

Sekitar pukul 12.00 WIB, personel TNI dan Polri tiba di lokasi untuk melakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan tim penyelamat.

Basarnas Lakukan Evakuasi Hingga Dini Hari

Proses evakuasi korban berlangsung cukup sulit karena kedalaman sumur mencapai sekitar 20 meter serta kondisi material longsoran yang menutup area kerja korban.

Tim Basarnas Trenggalek akhirnya tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB dengan membawa peralatan khusus untuk proses penyelamatan dan evakuasi.

"Pukul 15.00 WIB Basarnas tiba di TKP kecelakaan dan langsung mengevakuasi memakai alat evakuasi dari Basarnas Trenggalek," jelas Triadi.

Selanjutnya, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat melakukan upaya evakuasi secara bertahap hingga malam hari.

"Pukul 15.35 WIB, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD dan Basarnas bersama masyarakat setempat melakukan evakuasi korban di lokasi hingga dini hari," katanya.

Setelah bekerja berjam-jam, kedua korban akhirnya berhasil dievakuasi dari dalam sumur pada Selasa (4/8/2026) dini hari.

Jenazah Diserahkan kepada Keluarga

Usai berhasil dievakuasi, kedua korban langsung menjalani proses visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

"Pukul 01.30 WIB dilaksanakan visum. Kemudian kedua jenazah diserahkan ke pihak keluarganya masing-masing untuk dimakamkan," imbuh Triadi.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan kerja, terutama dalam pekerjaan berisiko tinggi seperti penggalian sumur dengan kedalaman puluhan meter.

Hingga kini, pihak terkait masih melakukan pendataan dan evaluasi terkait insiden kecelakaan kerja yang merenggut dua nyawa tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.