Ketua PHRI Sulsel Ungkap Perhatian JK pada Industri Hotel: Setiap Bertemu Pasti Tanya Okupansi
Sakinah Sudin August 04, 2026 11:07 AM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Langkah kaki Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia (RI) Jusuf Kalla memasuki lobi Hotel Claro Makassar disambut hangat General Manager Hotel Claro Makassar Anggiat Sinaga Senin (3/8/2026).

Claro Makassar merupakan hotel naungan Phinisi Hospitality Indonesia yang terletak di Jalan AP Pettarani, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Mengenakan batik lengan panjang dominasi cokelat, JK, sapaan akrabnya, tampak berjalan santai menuju lokasi Business Investment Expo.

Business Investment Expo merupakan satu agenda dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) XXXV yang digelar di Hotel Claro Makassar, Jalan AP Pettarani, Makassar.

Anggiat yang mengenakan kemeja putih lengan panjang dipadukan dasi merah dan celana hitam langsung menyambut kedatangan pria kelahiran Bone, 15 Mei 1942 tersebut.

Keduanya kemudian berjalan berdampingan memasuki area forum sambil berbincang hangat.

Keakraban keduanya terlihat sepanjang perjalanan menuju ruang acara. 

Dalam foto yang diterima Tribun-Timur.com, Anggiat dan Jusuf Kalla saling merangkul bahu.

Sejumlah pejabat daerah dan tamu undangan mengiringi langkah keduanya. 

Tampak Ketua Umum Apindo Shinta W Kamdani dan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.

Momen pertemuannya dengan Jusuf Kalla kemudian dibagikan Anggiat Sinaga melalui WhatsApp Story, Senin (3/8/2026) malam. 

Dalam unggahannya, ia mengungkapkan, setiap kali bertemu dengan Jusuf Kalla, mantan wakil presiden itu selalu menanyakan kondisi industri perhotelan, khususnya tingkat okupansi hotel.

Hal itu menurutnya menjadi perhatian Jusuf Kalla dalam industri perhotelan.

“Setiap ketemu pasti beliau tanya ‘gimana occupancy sakarang’. Benar-benar beliau peduli hal dasar terkait pergerakan bisnis hotel. Salam sehat bapak bangsa RI,” tulis Anggiat yang juga menjabat Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel.

Dihubungi Tribun-Timur.com lewat WhatsApp Senin (3/8/2026) malam, Anggiat mengatakan, dalam pertemuan tersebut dirinya menyampaikan kegiatan berskala nasional seperti Rakerkonas Apindo XXXV memberikan dampak positif terhadap tingkat hunian hotel di Makassar.

“Saya sampaikan ke beliau, alhamdulillah jika ada event seperti ini occupancy bergerak, sehingga kita harapkan Makassar selalu menjadi tuan rumah event-event nasional dan internasional agar pergerakan occupancy tetap terjaga,” kata Anggiat.

Ia mengungkapkan, selama dua hari pelaksanaan Rakerkonas Apindo XXXV, tingkat okupansi Hotel Claro Makassar mampu menembus sekitar 85 persen. 

Namun, setelah agenda nasional tersebut berakhir, tingkat hunian hotel kembali turun ke kisaran 38 hingga 42 persen.

Menurut Anggiat, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan berbagai agenda nasional maupun internasional memiliki peran strategis dalam menggerakkan industri perhotelan di Makassar. 

Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah tidak hanya meningkatkan okupansi hotel,

Tetapi juga memberikan efek berganda bagi sektor pariwisata, transportasi, kuliner, hingga pelaku usaha lainnya di Sulawesi Selatan.

Karena itu, ia berharap Makassar terus dipercaya menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional. 

Menurutnya, semakin banyak agenda besar yang digelar di Kota Daeng, semakin besar pula dampaknya terhadap perputaran ekonomi daerah dan keberlangsungan usaha perhotelan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.