TRIBUNPALU.COM, PALU – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, pedagang atribut kemerdekaan mulai memenuhi sejumlah ruas jalan di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Salah satunya Rio (24), pedagang musiman menjual bendera merah putih dan berbagai atribut kemerdekaan di Kota Palu.
Rio mengungkapkan seluruh perlengkapan kemerdekaan yang dijualnya didatangkan dari Garut, Jawa Barat.
Baca juga: Bupati Buol Serahkan 744 KKS, Pastikan Bantuan Sosial Tepat Sasaran dan Transparan
"Benderanya dari Garut, dibawa lewat kapal laut," kata Rio kepada TribunPalu.com, Selasa (4/8/2026).
Ia menyediakan berbagai ukuran bendera merah putih, mulai dari 90 sentimeter hingga 180 sentimeter.
Menurutnya, harga bendera yang dijual berkisar Rp25 ribu hingga Rp75 ribu, tergantung ukuran.
"Yang paling kecil harganya Rp25 ribu sampai Rp75 ribu," ujarnya.
Selain bendera, Rio juga menjual umbul-umbul dengan berbagai ukuran.
"Kalau umbul-umbul Rp50 ribu satu pasang, kalau satuannya Rp35 ribu," jelasnya.
Rio mengaku memperoleh keuntungan dari setiap atribut yang berhasil terjual.
Pria berusia 24 tahun itu juga mengatakan telah menjadi pedagang musiman di Kota Palu selama sembilan tahun.
Selama berjualan, ia berpindah-pindah lokasi untuk menjangkau pembeli.
"Ini sudah sembilan tahun di Palu, ganti-ganti tempat," tuturnya.
Di luar musim perayaan kemerdekaan, Rio berjualan dompet kulit dan ikat pinggang di Kota Makassar.
"Kalau bulan lain saya jualan di Makassar, jual dompet kulit sama ikat pinggang," ungkapnya.
Baca juga: Peluang Investasi Timur Tengah Terbuka, KEK Palu Jadi Perhatian Uni Emirat Arab
Memasuki bulan Agustus, pedagang atribut kemerdekaan mulai bermunculan di sejumlah titik di Kota Palu.
Mereka menjajakan bendera merah putih, umbul-umbul, hingga berbagai perlengkapan perayaan kemerdekaan di tepi jalan.
Beberapa lokasi menjadi pusat penjualan di antaranya simpang Jl Soekarno-Hatta, Jl Moh Yamin, Jl RE Martadinata, dan Jl Sisingamangaraja.