SURYA.CO.ID, SURABAYA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karate Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.
Pada ajang Rektor Cup UIN Walisongo 11th Karate National Championship 2026, kontingen Untag Surabaya berhasil membawa pulang 11 medali yang terdiri atas tiga medali emas dan delapan medali perak.
Kejuaraan yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Jawa Tengah, pada 11 Juli 2026 itu diikuti atlet dari berbagai sekolah, dojo, klub, hingga perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Salah satu penyumbang medali emas, Cici Kurnia Nur Cholifah, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2023, mengaku seluruh peserta tampil dengan kemampuan terbaik sehingga setiap pertandingan berlangsung sengit.
"Pertandingan berlangsung cukup ketat karena seluruh peserta memiliki kemampuan yang sangat baik. Sebelum bertanding saya mempersiapkan diri melalui latihan rutin, menjaga kondisi fisik, dan mempersiapkan mental agar tetap fokus. Alhamdulillah, berkat kerja keras, doa, serta dukungan dari pelatih dan rekan satu tim, saya mampu tampil maksimal hingga berhasil meraih medali emas," ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Baca juga: Untag Surabaya Sukses Gelar Rektor Cup 2026 untuk Bina Generasi Emas
Menurut Cici, persiapan menuju kejuaraan dilakukan secara intensif melalui peningkatan latihan teknik dan fisik, menjaga pola makan, waktu istirahat, serta membangun kesiapan mental. Ia juga menilai dukungan sesama atlet menjadi salah satu kunci keberhasilan tim.
"Peran teman-teman satu tim sangat penting. Mereka selalu memberikan semangat, saling mendukung saat latihan maupun ketika bertanding, serta membantu memberikan evaluasi setelah pertandingan. Dukungan tersebut membuat saya lebih percaya diri dan termotivasi untuk memberikan penampilan terbaik," katanya.
Sementara itu, mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2025, Muhamad Aghisna Romadhoni, sukses mempersembahkan tiga medali perak. Ia menjelaskan bahwa seluruh atlet menjalani proses seleksi dan program latihan yang intensif sebelum bertolak ke Semarang.
"Dari sisi fisik, kami fokus meningkatkan daya tahan, kekuatan, kecepatan, dan kelincahan. Dari sisi teknik, kami memperbanyak latihan kumite dan simulasi pertandingan agar lebih siap menghadapi berbagai tipe lawan. Sementara dari sisi mental, pelatih selalu memberikan motivasi agar kami tetap percaya diri, fokus, dan tidak mudah tertekan ketika bertanding," jelasnya.
Bagi Aghis, keberhasilan menembus babak final menjadi pengalaman yang paling berkesan selama mengikuti kejuaraan. Meski belum berhasil meraih medali emas, ia bersyukur dapat menyumbangkan tiga medali perak bagi Untag Surabaya.
Baca juga: Dari Hobi Catur, Mahasiswa Ubaya Kembangkan Smart Chess, Robot Bermain Berbasis AI
"Momen yang paling berkesan adalah ketika berhasil lolos ke babak final. Pertandingan berlangsung sangat ketat karena kedua atlet sama-sama ingin menjadi juara. Walaupun akhirnya saya meraih medali perak, pengalaman bertanding di final memberikan pelajaran yang sangat berharga dan menjadi motivasi untuk terus berkembang," tuturnya.
Adapun tiga medali emas Untag Surabaya dipersembahkan oleh Dewi Purnani Kurniafa pada nomor Kata Perorangan Mahasiswa Putri, Cici Kurnia Nur Cholifah pada nomor Kumite 58+ Kg Mahasiswa Putri, serta Fajar Nurfi Amanila pada nomor Kumite -67 Kg Mahasiswa Putra.
Sementara delapan medali perak diraih Muhamad Aghisna Romadhoni yang memborong tiga medali pada nomor Kata Beregu Mahasiswa Putra, Kata Perorangan Mahasiswa Putra, dan Kumite -60 Kg Mahasiswa Putra.
Cici Kurnia Nur Cholifah menambah satu medali perak pada nomor Kata Perorangan Mahasiswa Putri.
Dua medali perak lainnya diraih Excel Eka Alfian pada nomor Kata Beregu Mahasiswa Putra dan Kumite 85+ Kg Mahasiswa Putra. Fajar Nurfi Amanila turut menyumbang medali perak pada nomor Kata Beregu Mahasiswa Putra, sedangkan Davin Ariel Susanto meraih medali perak pada nomor Kumite -75 Kg Mahasiswa Putra.