SURYA.CO.ID - Kekeringan akibat musim kemarau mulai berdampak di sejumlah wilayah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Menyikapi kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Ponorogo bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menyalurkan 5.000 liter air bersih kepada warga Dusun Bungur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, Selasa (4/8/2026).
Bantuan tersebut menjadi langkah awal untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang mulai terdampak musim kemarau.
Baca juga: Ojol dan Ratusan Warga Gresik Sumringah Dapat Sembako dan BBM Gratis
Bantuan air bersih diangkut menggunakan satu unit truk tangki yang diberangkatkan dari Pendopo Agung Ponorogo menuju Desa Munggu.
Ketua PMI Ponorogo, Luhur Kasranto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian PMI yang rutin dilakukan setiap musim kemarau untuk membantu warga yang mengalami krisis air bersih.
"Jadi ini komitmen kita (PMI) dari tahun ke tahun. Kita pedulilah terhadap warga yang terdampak kekeringan ini. Ini kekeringan ekstrem dan itu memang peramalan dari BMKG kita akan mengalami kekeringan panjang, begitu. Dan itu sudah muncul pertama di Dusun Bungur Desa Munggu,” ungkap Luhur Kasranto, Selasa siang.
Ia menjelaskan, Desa Munggu menjadi lokasi pertama penyaluran air bersih tahun ini. Selanjutnya, bantuan akan disalurkan ke wilayah lain yang juga mulai mengalami kekeringan.
“Tentu kita membutuhkan dukungan pemerintah daerah, dukungan dari melalui BPBD, melalui pihak swasta, supaya kita jangan sampai kita ini menyaksikan penderitaan warga ya, terdampak kekeringan ini. Sulitnya air, kita bisa bayangkan. Ini langkah awal kecil, tapi mudah-mudahan bermanfaat,” katanya.
Pada tahap awal, PMI menyalurkan sekitar 5.000 liter air bersih menggunakan satu truk tangki.
"Hari ini satu. Kan kita hanya punya satu. Nah, mungkin besok sampai nanti, mudah-mudahan tidak ada laporan lagi ya,” papar mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo.
Berdasarkan pemetaan BPBD, selain Desa Munggu masih terdapat beberapa wilayah lain yang mulai mengalami kekeringan, yakni:
1. Desa Wates dan Desa Duri di Kecamatan Slahung.
2. Desa Karangpatihan di Kecamatan Pulung.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetyo, mengatakan PMI dan BPBD telah lama menjalin kerja sama dalam penanganan bencana, baik saat musim hujan maupun musim kemarau.
"BPBD dan PMI sudah hampir setiap tahun berkolaborasi. Jadi sama-sama saling melengkapi dalam misi kemanusiaan, baik itu di hidrometeorologi basah maupun hidrometeorologi kering."
Menurutnya, pada musim kemarau kali ini kedua lembaga kembali bersinergi untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih.
“Kita bersama-sama PMI selalu memberikan pertolongan, memberikan bantuan kepada masyarakat. Dan saat ini, hidrometeorologi kering yaitu musim kering, itu PMI bersama BPBD melakukan giat kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan dasar air bersih di masyarakat Desa Munggu,” pungkasnya