TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG- PSIS Semarang menunjukkan perkembangan positif menjelang bergulirnya kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 setelah mencatatkan hasil menjanjikan dalam dua laga uji coba terakhir melawan kontestan kasta tertinggi sepakbola tanah air, Superleague.
Hasil dalam dua laga tersebut membuat PSIS yang menargetkan promosi musim depan semakin termotivasi jelang kick off perdana Pegadaian Championship musim ini pada 12 September mendatang.
Mahesa Jenar lebih dulu menahan imbang Persebaya Surabaya dengan skor 2-2 dalam uji coba yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), pada 19 Juli lalu.
Usai uji coba tersebut, PSIS kemudian melanjutkan program dengan menggelar training center (TC) di Yogyakarta.
Sebelum menutup rangkaian training center (TC), Hari Nur dkk menjalani laga uji coba lawan Persik Kediri yang berakhir kemenangan 1-0, Senin (3/8) kemarin.
Pelatih PSIS, Widodo C Putro, mengatakan kemenangan atas Persik bukan menjadi fokus utama.
Menurutnya, yang lebih penting adalah perkembangan individu pemain, kekompakan tim, dan mentalitas selama menjalani proses persiapan.
"Tentunya kami tidak ke arah keunggulan, tetapi itu sangat penting juga. Saya menanamkan setiap uji coba mentality, usahakan kalau bisa menang bagaimana pun keadaannya. Tapi yang lebih besar dari semua itu yaitu kesiapan individu pemain dan tim," kata WCP, Selasa (4/8/2026).
Ia menilai para pemain mampu menerapkan instruksi dengan baik, termasuk pemain yang masuk dari bangku cadangan.
WCP menegaskan seluruh pemain harus mampu memberikan dampak bagi tim, baik yang tampil sejak menit awal maupun yang masuk sebagai pengganti.
"Siapa pun yang main pertama kerja keras harus ada. Yang membedakan sebagai pemain kedua atau pengganti harus bisa mengubah situasi. Ini dibuktikan di babak kedua, setelah ada pergantian ternyata ada perubahan dan akhirnya kita bisa menciptakan gol. Itu yang sangat penting di tim ini," katanya.
Baca juga: Talut di Area KDMP Jrahi Pati Ambrol, Gedung Aman
Dia juga mengakui kondisi fisik pemain belum sepenuhnya prima karena baru menyelesaikan pemusatan latihan selama 11 hari.
Menurutnya, laga melawan Persik menjadi ujian untuk melihat konsistensi permainan saat para pemain berada dalam kondisi lelah.
"Anak-anak memang sangat lelah setelah training camp. Ini friendly match pertama sehingga banyak yang masih dalam keadaan capek. Tapi ini cukup bagus untuk menguji mental mereka, bagaimana tetap konsisten bermain saat kondisi lelah," ujarnya.
Selain mentalitas, WCP melihat kerja sama antarpemain mulai berkembang. Kombinasi permainan yang menghasilkan gol menjadi modal positif yang akan terus dibenahi menjelang kompetisi resmi.
"Yang terpenting kerja sama tim sangat bagus. Terciptanya gol juga dari kombinasi-kombinasi yang nanti akan terus kami perbaiki dan tingkatkan," tutupnya.