TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Talut penahan yang berada di area pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, dilaporkan ambrol atau longsor sepanjang kira-kira 20 meter dengan ketinggian mencapai 3 meter.
Kerusakan yang sempat viral di media sosial tersebut kini tengah ditangani oleh pihak pelaksana proyek agar tidak mengganggu stabilitas bangunan sekitar.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Wisata Pancasila itu pada Jumat (31/7/2026) pekan lalu disinyalir menjadi penyebab utama robohnya talut.
Material longsoran di bagian tengah dan barat talut sempat mengenai area lapangan voli yang terletak persis di bawahnya.
Kendati demikian, struktur utama gedung KDMP dipastikan tetap berdiri kokoh karena masih berjarak beberapa meter dari titik ambrol.
Baca juga: Banyak Embung di Blora Mulai Mengering dan Kondisinya Kritis
Kepala Desa Jrahi, Miko Adi Setiawan, mengonfirmasi bahwa kerusakan hanya terjadi pada struktur penahan tanah dan tidak menyentuh bangunan fisik koperasi.
Ia menjelaskan bahwa pembuatan talut tersebut sejatinya dirancang satu paket dengan proyek KDMP, mencakup pembuatan teras depan serta akses masuk gedung.
"Itu talut penahan yang dari lapangan voli. Bukan bangunan Kopdes-nya," tuturnya saat dimintai keterangan.
Pantauan di lokasi pada Selasa (4/8/2026) menunjukkan sejumlah pekerja sudah dikerahkan untuk melakukan perbaikan secara intensif.
Material tanah uruk juga terus didatangkan guna meratakan kembali bagian atas talud agar sejajar dengan posisi gedung KDMP. (mzk)