TRIBUNJAMBI.COM, Jambi - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada akhir Juli 2026 menunjukan angka yang cukup signifikan pada sektor industri kayu di Kabupaten Muaro Jambi.
Lalu disusul pada sektor pertambangan di Batang Hari, Sarolangun dan Tanjung Jabung Barat.
"Kalau kami lihat, data yang masuk itu PHK terutama dari sektor industri. Pada perusahaan di Muaro Jambi sektor industri kayu yang melakukan PHK besar-besaran," ujar Kabid Pembinaan, Pengawasan Ketenagakerjaan, dan Hubungan Industrial Disnakertrans Provinsi Jambi, Dodi Haryanto Parmin pada Selasa (4/8/2026).
Sebab, kendalanya sektor perkayuan 10 tahun belakangan ini kan bahan baku yang sulit untuk didapatkan.
Sehingga finansial perusahaan tersendak sejak beberapa tahun terakhir, puncaknya di akhir Desember 2025, perusahaan mulai melakukan efisiensi.
"Oleh karena itu, terjadi lonjakan, ini di Muaro Jambi itu di sektor industri kayu, lebih kurang mendekati 300-an orang, belum lagi ditambah dengan perusahaan yang lain nya,"katanya.
Kemudian untuk sektor pertambangan juga tinggi, terutama di perusahaan-perusahaan yang memang ada eksplorasi tambang atau perusahaan pendukung sektor pertambangan itu. Antara lain ada di Sarolangun, Batang Hari, dan Tanjung Jabung Barat.
"Itu yang sektor pertambangan. Selebihnya lagi, apa namanya, kalau di kota itu terkenal dengan sektor perdagangan barang dan jasa. Tidak terlalu tinggi, tapi ada PHK," katanya.
Baca juga: 539 Pekerja di Muaro Jambi Kena PHK Sepanjang 2026, Terbanyak dari Industri Plywood
Baca juga: Ingat Kecelakaan Bus ALS vs Truk Tangki di Jalan Muratara-Jambi? 2 Orang Jadi Tersangka
Secara akumulatif sampai dengan bulan Juli ini, sebanyak 708 orang yang sudah di PHK oleh perusahaan yang ada di Provinsi Jambi.
"Ya, ini bukan gelombang besar-besaran PHK, bukan. Artinya ada lonjakan PHK ini di sektor kayu tadi. Kalau yang lainnya sebenarnya hampir sama setiap tahunnya seperti itu, kalau yang lain-lain,"katanya.
"Karena yang sektor kayu tadi, awal tahun 2026 kemarin mulai efisiensi mereka, makanya datanya sudah mulai masuk," sambungnya.
Sektor industri, kemudian sektor pertambangan, dan diikuti oleh sektor perdagangan barang dan jasa yang melakukan PHK.
Ia menyebut, perbandingan tahun 2025 dan 2026 hampir sama PHK nya, yang banyak melakukan PHK pada sektor industri kayu.
Pada Juli 2026 ini data yang dihimpun perusahaan yang melakukan PHK diantaranya, perdagangan dan jasa ada 70 orang, keuangan 8 orang, pertambangan 138, pertanian/perikanan 55 infrastruktur dan transportasi 5 orang, industri 442 orang.
"Lonjakan ini di satu sektor tadi (sektor industri kayu) yang melonjak, jadi totalnya 708," katanya.
Bagi warga yang kehilangan pekerjaan bisa memanfaatkan program BPJS ketenagakerjaan yang membantu para pekerja yang kehilangan pekerjaan.
"Program itulah yang bisa dimanfaatkan oleh orang yang kena PHK. masalahnya program ini kadang pekerja gak tahu, mau ngajuin ke mana. Padahal ini layanan ini, program ini oleh BPJS Ketenagakerjaan sudah ada. Tinggal bagaimana pekerja mengajukan dan memproses administrasinya," katanya.
Terkait dengan Pemprov, tentu tidak menghendaki PHK ini terjadi, Pemerintah ingin hubungan yang baik, pekerja dengan pengusaha itu harus di jalin.
"Itulah tugas pemerintah menjembatani permasalahan-permasalahan ketenagakerjaan. Bila mana kalau bisa dipertahankan, kenapa harus diputuskan, itu melalui pembinaan-pembinaan kita ke perusahaan-perusahaan. Apa masalahnya, itu yang kita diskusikan dengan pihak-pihak perusahaan," katanya.
"Kalaupun ada kasus seperti ini masuk, tentu tim kita tetap memediasi untuk dipertahankan. Tapi kalau sudah tidak bisa lagi, itu kan hak mutlaknya dari perusahaan yang penting akibat dari pemutusan hubungan kerja ini, hak-hak pekerja harus terpenuhi atau dibayarkan. Itu yang penting bagi kami," sambungnya.
Selain itu pemerintah pernah kerjasama dengan pihak Kepolisian dalam rangka HUT Bhayangkara untuk melakukan jobfair dan antusias cukup tinggi.
"Kita fasilitasi, kita ikut juga membantu. Sekian ratus yang daftar, ya, tapi gak tahu bagaimana mekanisme selanjutnya," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Sopianto)
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: Danamon Gelar Edukasi Literasi Keuangan di Jambi, Revitalisasi Perpustakaan Sekolah Suria Harapan
Baca juga: Ingat Kecelakaan Bus ALS vs Truk Tangki di Jalan Muratara-Jambi? 2 Orang Jadi Tersangka