Diawali dengan Kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho, tak mencari alasan usai kekalahan telak dari Vietnam di ASEAN Championship 2026.
Selanjutnya skuad Persik Kediri memilih untuk berfokus pada pembentukan fondasi dan chemistry tim ketimbang mengejar skor akhir selama masa persiapan menghadapi kompetisi Super League musim 2026/2027.
Terakhir peluang Timnas Indonesia untuk melaju ke semifinal ASEAN Championship 2026 belum tertutup meski baru saja menelan kekalahan telak dari Vietnam.
Berikut selengkapnya:
Baca juga: Bola Terpopuler: Timnas Indonesia Bidik Semifinal AFF hingga Respons Bernardo Tavares soal Persebaya
Kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho, tak mencari alasan usai kekalahan telak dari Vietnam di ASEAN Championship 2026.
Bek Persija Jakarta itu secara terbuka mengakui penampilannya jauh dari harapan dan menyatakan siap menerima setiap kritik yang membangun demi tampil lebih baik.
Pernyataan tersebut disampaikan Ridho setelah Timnas Indonesia tumbang 0-3 dari Vietnam pada laga ketiga Grup A di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026).
Hasil itu membuat lini pertahanan Garuda menjadi sorotan, termasuk Ridho yang dinilai melakukan sejumlah kesalahan dalam pertandingan.
Di media sosial, kapten Timnas Indonesia itu menjadi sasaran kritik dari para suporter.
Meski demikian, Ridho mengaku memahami reaksi tersebut karena menganggap kritik merupakan hal yang wajar dalam dunia sepak bola.
“Tentunya mungkin itu hal normal di sepak bola karena ketika kita bermain jelek, pasti komentar datang juga,” ujar Rizky Ridho kepada awak media usai pertandingan, melansir BolaSport.com.
Bek berusia 24 tahun itu juga mengakui masih banyak kekurangan dalam permainannya.
Karena itu, ia berkomitmen untuk terus memperbaiki penampilan agar bisa membantu Timnas Indonesia bangkit pada laga berikutnya.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Skuad Persik Kediri memilih untuk berfokus pada pembentukan fondasi dan chemistry tim ketimbang mengejar skor akhir selama masa persiapan menghadapi kompetisi Super League musim 2026/2027.
Melalui program pemusatan latihan (training camp/TC) selama sepekan di Solo, Jawa Tengah, tim berjuluk Macan Putih tersebut terus mematangkan aspek fisik, pemahaman taktik, hingga kekompakan antarpemain.
TC ini menjadi bagian utama dari agenda pramusim Persik.
Selain menjalani porsi latihan berintensitas tinggi di bawah arahan pelatih Marcos Reina Torres, Persik juga menyisipkan agenda latihan bersama untuk mengukur progres tim.
Sport Director Persik Kediri, Razzi Taruna, menjelaskan bahwa pemusatan latihan ini sangat krusial dalam menyelaraskan visi bermain seluruh anggota tim sebelum laga resmi bergulir.
"Pemusatan latihan ini bagian dari proses persiapan tim. Kami ingin melihat aspek mana saja yang perlu ditingkatkan progresnya, sekaligus melihat kesamaan visi di dalam tim," ujar Razzi, Selasa (4/8/2026).
BACA SELENGKAPNYA >>>
Peluang Timnas Indonesia untuk melaju ke semifinal ASEAN Championship 2026 belum tertutup meski baru saja menelan kekalahan telak dari Vietnam.
Namun, hasil tersebut membuat langkah Skuad Garuda tak lagi berada di tangan sendiri dan laga terakhir akan menjadi penentu nasib.
Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam dengan skor 0-3 pada laga ketiga Grup A yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026).
Tiga gol tim tamu dicetak Nguyen Van Vi pada menit keenam, Nguyen Hai Long menit ke-14, dan Rafaelson pada menit ke-71.
Kekalahan itu membuat Indonesia tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara Grup A dengan koleksi enam poin dari tiga pertandingan.
Sementara Vietnam memimpin klasemen dengan tujuh poin, disusul Singapura yang juga mengoleksi tujuh poin.
Dengan hanya dua tim teratas yang berhak lolos ke semifinal, Indonesia kini menghadapi laga hidup-mati saat bertandang ke markas Singapura di Stadion Jalan Besar, Kallang, pada 7 Agustus 2026.
Skenario paling sederhana bagi Timnas Indonesia adalah wajib mengalahkan Singapura.
BACA SELENGKAPNYA >>>