Laporan Wartawan TribunJatim.com, Anggit Pujie Widodo.
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kabupaten Jombang, Jatim, resmi berjalan meski proses pembangunan sejumlah fasilitas sekolah masih berlangsung.
Pihak sekolah memastikan aktivitas pendidikan tetap dilaksanakan dengan mengutamakan aspek keselamatan seluruh peserta didik.
Sebanyak 270 siswa mulai mengikuti rangkaian kegiatan sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang digelar pada Kamis (30/7/2026).
Pembelajaran dipusatkan pada bangunan yang telah dinyatakan layak digunakan, sementara area konstruksi dibuat terpisah dari lingkungan belajar.
Hingga awal Agustus 2026, penyelesaian proyek sekolah terus dikebut.
Sejumlah fasilitas penunjang, seperti asrama siswa jenjang SD, rumah susun guru, masjid, guest house, dan beberapa bangunan lainnya masih berada dalam tahap pengerjaan.
Meski demikian, keberadaan fasilitas utama yang telah selesai membuat proses pembelajaran dapat berjalan sesuai jadwal.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah agar layanan pendidikan bagi para siswa tidak tertunda menunggu seluruh proyek selesai.
Pihak sekolah bersama instansi terkait juga menerapkan pengamanan di kawasan proyek agar aktivitas konstruksi tidak mengganggu proses belajar maupun mobilitas para siswa selama berada di lingkungan sekolah.
Baca juga: Lima Taruna Akpol Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Ponorogo, Tanamkan Disiplin dan Karakter
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang, Andik Minarto, mengatakan pihak sekolah telah berkoordinasi dengan tim transisi dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memisahkan area pembelajaran dari lokasi proyek.
"Area yang masih dalam proses pembangunan dipasangi garis pembatas agar siswa tidak memasuki zona konstruksi. Dengan begitu, kegiatan belajar tetap dapat berlangsung dengan aman," ucapnya dalam keterangan yang ditulis Tribunjatim.com, Selasa (4/8/2026).
Menurut Andik, progres pembangunan kawasan sekolah saat ini telah mencapai sekitar 92 hingga 95 persen. Pihak pelaksana proyek menargetkan seluruh pekerjaan konstruksi dapat diselesaikan pada Agustus 2026.
Walaupun beberapa bangunan masih dalam proses penyelesaian, sejumlah fasilitas inti telah beroperasi untuk menunjang kebutuhan siswa selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Fasilitas yang telah dimanfaatkan meliputi ruang kelas, dua asrama putra, dua asrama putri, dapur umum, ruang ibadah, serta kantin.
Keberadaan fasilitas tersebut dinilai telah mencukupi untuk mendukung aktivitas pendidikan dan kehidupan siswa di lingkungan sekolah.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang berdiri di atas lahan seluas 6,2 hektare di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang. Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah ini menampung 270 peserta didik yang terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
"Kami optimistis seluruh fasilitas yang masih dalam tahap penyelesaian dapat segera difungsikan setelah proses pembangunan selesai, sehingga seluruh layanan pendidikan dan asrama dapat berjalan secara optimal," pungkasnya.