Viral Siswa Temukan ada Cacing dan Ulat dalam Menu MBG, Ini Kata Koordinator SPPG Musi Rawas
Welly Hadinata August 04, 2026 06:48 PM

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, menjadi sorotan setelah ditemukan cacing dan ulat pada menu makanan yang dibagikan kepada siswa di Kecamatan STL Ulu Terawas.

Temuan tersebut viral di media sosial setelah diunggah akun Facebook Ebit Ade pada Senin (3/8/2026).

Dalam video yang beredar, terlihat seekor cacing masih hidup bergerak di sela-sela sayur selada. Video lainnya memperlihatkan seekor ulat ditemukan pada buah jeruk serta menu oseng tempe buncis di salah satu ompreng milik siswa.

Dalam unggahan itu disebutkan makanan berasal dari Dapur Haza Al-Zein di Kecamatan STL Ulu Terawas.

Pengunggah juga mengimbau masyarakat, khususnya di Desa Sukamana dan Desa Sukamerindu, agar sementara waktu tidak menerima distribusi MBG dari dapur tersebut karena dinilai tidak higienis.

Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Musi Rawas, Tommy, membenarkan adanya temuan tersebut.

Menurutnya, pihak SPPG telah mengonfirmasi kejadian itu kepada penyedia makanan dan memberikan teguran lisan.

"Temuan itu memang benar. Ke depan akan dilakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang," kata Tommy, Selasa (4/8/2026).

Tommy menjelaskan, peristiwa tersebut bukan terjadi baru-baru ini, melainkan pada Jumat, 24 Juli 2026. Namun, video kejadian kembali diunggah sehingga menjadi viral di media sosial.

"Itu kejadian lama, tepatnya pada Juli lalu, namun videonya kembali diunggah hingga akhirnya viral di media sosial," ujarnya.

Ia mengatakan, setelah menerima laporan, pihaknya langsung meminta penyedia makanan melakukan evaluasi agar kualitas dan kebersihan makanan lebih terjamin.

Berdasarkan laporan yang diterima, temuan cacing dan ulat terjadi di dua desa, yakni Desa Sukamana dan Desa Sukamerindu, yang mencakup sejumlah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Akibat kejadian tersebut, masyarakat di kedua desa memutuskan menolak sementara distribusi MBG. Penghentian penyaluran diperkirakan berlangsung selama dua pekan sambil menunggu proses evaluasi selesai.

Sementara itu, distribusi MBG di wilayah lain di Kabupaten Musi Rawas tetap berjalan normal karena tidak ada laporan serupa.

Tommy menegaskan, pihaknya akan menelusuri seluruh rangkaian proses penyediaan makanan, mulai dari dapur penyedia hingga laporan dari pihak sekolah dan pemerintah desa.

Terkait kemungkinan pemberian sanksi kepada penyedia makanan, Tommy menyebut keputusan baru akan diambil setelah hasil evaluasi menunjukkan adanya pelanggaran.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.