TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - BPJS Kesehatan meluncurkan program Menabung Demi Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (NADI JKN) di Kabupaten Banyuwangi, Selasa (4/8/2026). Program nasional ini memberikan kemudahan bagi peserta, khususnya peserta mandiri, untuk membayar iuran JKN dengan cara menabung sedikit demi sedikit setiap hari sehingga beban pembayaran menjadi lebih ringan.
Peluncuran NADI JKN dilakukan secara serentak di lima kabupaten/kota di Indonesia, termasuk Banyuwangi.
Deputi Direksi Wilayah 7 BPJS Kesehatan, I Made Puja Yasa, mengatakan program tersebut diharapkan mampu meningkatkan cakupan kepesertaan sekaligus mendorong peserta agar tetap aktif membayar iuran.
"Saat ini cakupan kepesertaan JKN secara nasional telah mencapai hampir 98 persen, sedangkan tingkat keaktifannya sekitar 80 persen. Di Jawa Timur cakupan kepesertaan JKN sudah sekitar 97 persen dengan keaktifan 77,85 persen. Artinya, tantangan kita saat ini bukan lagi mengajak masyarakat menjadi peserta, tetapi bagaimana memastikan kepesertaan mereka tetap aktif," ujar Puja.
Menurut Puja, Banyuwangi masih menjadi salah satu daerah di Jawa Timur dengan tingkat keaktifan peserta yang perlu ditingkatkan.
Baca juga: Asesor UNESCO Apresiasi Komitmen Banyuwangi Menjaga Standar Pengelolaan Geopark Ijen
Saat ini, cakupan kepesertaan JKN di Banyuwangi mencapai sekitar 89 persen, sedangkan tingkat keaktifan peserta baru sekitar 53 persen.
"Jadi peserta nonaktif di Banyuwangi ada sekitar 650 ribu peserta," katanya.
Ia menjelaskan bahwa sekitar 15 persen peserta JKN berasal dari kategori mandiri. Kelompok ini memiliki kemampuan ekonomi yang beragam, bahkan sebagian merupakan pekerja rentan dengan penghasilan yang tidak tetap.
Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab masih adanya peserta yang menunggak pembayaran iuran.
"Oleh karena itu, program ini dihadirkan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran, sehingga mereka tidak perlu membayar sekaligus secara serentak. Tapi bisa dengan menabung sedikit demi sedikit," tambahnya.
Baca juga: Polresta Banyuwangi Menahan dan Menetapkan Pelajar 17 Tahun Tersangka Dalam Kasus Video Asusila
Melalui program NADI JKN, peserta dapat menabung secara harian melalui PT Pos Indonesia. Setelah saldo tabungan mencukupi, dana akan otomatis didebit untuk membayar iuran BPJS Kesehatan.
Senior Manager PT Pos Indonesia Wilayah 5, Cecep Priadi Usman, menjelaskan tidak ada batas minimal saldo tabungan yang harus disetor. Peserta bahkan dapat mulai menabung dari Rp 1.000.
Proses menabung dapat dilakukan melalui tiga kanal, yakni langsung di loket Kantor Pos yang tersebar di 22 titik di Kabupaten Banyuwangi, melalui aplikasi PosPay, maupun melalui 50 Agen Pos.
"Keunggulannya adalah tidak ada biaya admin bulanan seperti perbankan. Hanya ada biaya transaksi pada saat ditransaksikan ke pembayaran iuran," ujarnya.
BPJS Kesehatan berharap implementasi NADI JKN mampu meningkatkan tingkat keaktifan peserta di Banyuwangi hingga mencapai 80 persen.