Diam-diam Merusak, Ini Alasan Masalah Ginjal Sering Terjadi 'Tanpa Gejala'
GH News August 04, 2026 08:09 PM
Jakarta -

Penyakit ginjal sering kali tak disadari banyak orang. Bagaimana tidak, masalah pada organ vital ini kerap kali berkembang secara diam-diam tanpa memunculkan sinyal atau gejala awal yang berarti.

Banyak pasien baru menyadari ada masalah pada ginjalnya saat tak sengaja melakukan pemeriksaan kesehatan (medical check-up) rutin. Sayangnya, begitu gejala fisik mulai bermunculan, kondisi kerusakan ginjal biasanya sudah terlanjur parah.

Konsultan Nefrologi dari KIMS Hospitals Thane, India, Dr Sumiran Mahajan, mengungkapkan kebiasaan sepele sehari-hari sebenarnya memegang peranan besar terhadap kesehatan organ penyaring racun ini.

"Ada hal-hal kecil yang dilakukan sehari-hari yang dampaknya sangat signifikan ke ginjal. Terlalu banyak makan junk food dan konsumsi garam berlebih itu memberi tekanan ekstra yang tidak perlu pada ginjal," jelas Dr Sumiran, dikutip dari .

Ia juga menambahkan bahaya konsumsi obat sembarangan tanpa resep dokter, khususnya obat pereda nyeri (painkiller).

"Penggunaan obat pereda nyeri tanpa saran medis bisa berdampak jangka panjang pada kondisi ginjal. Ini makin riskan buat orang yang punya riwayat diabetes dan hipertensi, karena dua kondisi itu merusak pembuluh darah penopang ginjal," tegasnya.

"Perawatan ginjal itu pada dasarnya langkah pencegahan. Masyarakat harus paham kalau penyakit ginjal di stadium awal memang sering tidak bergejala, supaya makin siaga mengambil tindakan pencegahan," lanjut Dr Sumiran.

Mengapa Ginjal Bisa Rusak Tanpa Sinyal?

Senada dengan hal tersebut, Konsultan Nefrologi dari Wockhardt Hospitals Mumbai Central, India, Dr Nikhil Bhasin, menjelaskan bahwa ginjal merupakan organ yang sangat lihai dalam beradaptasi.

"Kerusakan ginjal itu seringnya berkembang pelan-pelan dan tenang. Makanya banyak orang tidak sadar sampai kondisinya sudah parah. Organ ini sangat adaptif, jadi meski fungsinya sudah mulai turun, tubuh belum tentu menunjukkan gejala peringatan di fase awal," papar Dr Nikhil.

Dr Nikhil menyebutkan beberapa sinyal halus baru muncul saat kerusakan sudah mulai berlanjut, tetapi sering kali dianggap remeh oleh masyarakat seperti:

  • Pembengkakan ringan pada area kaki
  • Rasa lelah yang tidak biasa (fatigue)
  • Sering buang air kecil di malam hari
  • Penurunan nafsu makan

"Faktor utama pemicu kerusakan diam-diam ini meliputi diabetes yang tidak terkontrol, tekanan darah tinggi (hipertensi), konsumsi painkiller berlebih, hingga faktor keturunan. Gaya hidup seperti kebiasaan makan tinggi garam, kurang minum air putih, dan malas olahraga (mager) juga memperparah," tambahnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.