Maling Kotak Amal Masjid Al Huda Trenggalek Masih Berkeliaran, Uang Rp 5 Juta Raib Terekam CCTV
faridmukarrom August 04, 2026 09:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK– Kasus pencurian kotak amal kembali terjadi di Kabupaten Trenggalek. Kali ini, pelaku menggasak uang infak di Masjid Al Huda, Dusun Kacangan, RT 27 RW 9, Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, Trenggalek.

Pelaku yang hingga kini masih dalam penyelidikan polisi diduga berhasil membawa kabur uang kotak amal senilai sekitar Rp 5 juta. Aksi pencurian tersebut terekam kamera CCTV masjid pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 10.29 WIB.

Pembina Masjid Al Huda, Seno (55), mengatakan kejadian itu baru diketahui keesokan harinya saat dirinya hendak memasukkan uang ke kotak amal.

"Kejadiannya saya tahu hari Rabu. Paginya masukkan uang ke kotak. Ternyata kelihatan ada kejanggalan. Setelah saya buka, ternyata uangnya sudah diambil," ujar Seno usai Salat Asar berjamaah, Selasa (4/8/2026).

Mengetahui uang kotak amal hilang, Seno segera menghubungi takmir masjid untuk memeriksa rekaman CCTV. Hasil pengecekan menunjukkan seorang pria terekam melakukan aksi pencurian seorang diri.

"Nah, Kamis itu juga langsung kita lapor ke pihak kepolisian. Hari itu juga kepolisian langsung terjun ke lokasi," imbuhnya.

Pelaku Beraksi Saat Masjid Sepi

Menurut Seno, saat kejadian kondisi masjid relatif sepi. Meski demikian, tepat di depan masjid terdapat bengkel motor yang cukup ramai aktivitas.

Namun warga maupun orang-orang yang berada di sekitar lokasi tidak menaruh curiga karena masjid tersebut memang sering menjadi tempat singgah para musafir, kurir, maupun sales untuk beristirahat dan menunaikan salat.

"Iya, kondisi masjid karena jam 10.30-an siang ya sepi. Ya, tapi kalau di depannya kan ada kegiatan bengkel. Dan banyak musafir yang kadang istirahat di sini," akuinya.

Seno mengungkapkan pencurian kotak amal bukan kali pertama terjadi di Masjid Al Huda. Bahkan menurutnya, kejadian serupa sudah berlangsung hampir empat kali.

Karena itulah pengurus masjid memutuskan memasang kamera CCTV sebagai langkah antisipasi sekaligus alat bukti apabila terjadi tindak kriminal kembali.

"Sebelumnya sudah beberapa kali. Makanya kita pasang pakai CCTV itu harapannya kalau suatu saat nanti ada yang ngambil bisa ketahuan. Kalau kejadiannya seingat saya sudah ada hampir empat kali," akuinya.

Kerugian akibat pencurian tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp 5 juta. Nominal itu dihitung berdasarkan jumlah uang yang terkumpul selama kurang lebih empat bulan terakhir sejak kotak amal terakhir dibuka pada Ramadan lalu.

"Perkiraan sekitar Rp 5 juta lebih mungkin. Karena sudah 4 bulan tidak kita buka kotak amalnya," ulasnya.

Harap Pelaku Segera Ditangkap

Seno berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap identitas pelaku dan menangkapnya agar tidak kembali meresahkan masyarakat maupun jamaah masjid.

"Kita tunggu nanti hasilnya. Harapan kami mewakili jemaah ini, mudah-mudahan nanti pelakunya segera bisa tertangkap," katanya.

Ia juga berharap proses hukum dapat memberikan efek jera kepada pelaku apabila berhasil diamankan.

"Pelakunya ini mungkin pernah berapa kali mengambil biar nanti ada ada efek jera. Iya, agar tidak membuat resah jemaah," tutupnya.

Sementara itu, pihak Polsek Bendungan membenarkan adanya laporan pencurian kotak amal di wilayah Desa Sumurup dan saat ini masih melakukan penyelidikan.

"Benar mas di wilayah Kecamatan Bendungan ada kejadian tersebut. Kami bersama anggota masih melakukan penyelidikan," ujar salah satu narasumber internal Polsek Bendungan.

(Tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.