TRIBUNWOW.COM - Iran mengklaim berhasil menembak jatuh drone MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat di atas Selat Hormuz pada Senin (3/8/2026). Hingga kini, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan tanggapan atas klaim tersebut.
Menurut laporan, insiden itu terjadi ketika drone MQ-9 Reaper berada di atas Selat Hormuz. Sistem pertahanan Iran disebut menargetkan dan melumpuhkan pesawat tanpa awak tersebut.
Di tengah peristiwa itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan memutuskan menunda serangan besar-besaran terhadap infrastruktur Iran. Pada saat yang sama, Iran disebut melancarkan operasi terhadap aset militer Amerika Serikat di kawasan.
Apabila klaim itu benar, insiden tersebut akan menambah daftar drone MQ-9 Reaper Amerika Serikat yang diklaim berhasil ditembak jatuh oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Dalam laporan disebutkan jumlahnya mencapai sedikitnya 42 unit, namun angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
MQ-9 Reaper merupakan pesawat tanpa awak yang dioperasikan Angkatan Udara Amerika Serikat. Drone ini lazim digunakan untuk misi intelijen, pengawasan, pengintaian, serta operasi serangan.