Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Provinsi Lampung, Agus Nompitu, mengingatkan generasi muda agar tidak hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan yang mumpuni.
Baca juga: Lampung-Jepang Jalin Kerjasama Tenaga Kerja: Peluang Emas bagi SDM Lokal
Pesan itu disampaikan Agus saat membuka Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Bandar Lampung, Senin (3/8/2026).
"Setiap orang harus punya skill. Mau itu pengelasan, teknologi informasi, bisnis, garmen, tata boga, maupun bidang lainnya. Jangan pernah berhenti meningkatkan kemampuan," tegas Agus, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, tekad kuat, kegigihan, dan sikap pantang menyerah menjadi modal utama untuk menembus kerasnya persaingan dunia kerja.
Agus menjelaskan, pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci agar Lampung mampu bersaing di tengah pesatnya transformasi digital dan perkembangan teknologi.
Pelatihan vokasi yang dibiayai melalui APBN ini, kata dia, menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mencetak tenaga kerja kompeten dan siap pakai.
Selama mengikuti pelatihan, peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis (skill), tetapi juga pengetahuan (knowledge) dan sikap kerja (attitude) agar mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha dan industri.
"Targetnya bukan sekadar lulus pelatihan, tetapi benar-benar siap masuk dunia kerja," ujar mantan Ketua HMI Cabang Bandar Lampung tersebut.
Agus juga menegaskan pentingnya konsep link and match, yakni menyelaraskan kurikulum pelatihan dengan kebutuhan industri.
Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, industri pengolahan hingga pariwisata. Namun seluruh potensi itu hanya bisa berkembang jika didukung SDM yang berkualitas.
Sementara itu, Kepala UPTD BLK Bandar Lampung, Noviria Indah Sari, mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional 2026.
Sebanyak 458 orang mendaftar melalui sistem daring Skillhub Siap Kerja. Namun setelah melewati seleksi administrasi, tes tertulis, hingga wawancara, hanya 76 peserta yang dinyatakan lolos.
Mereka terbagi dalam lima program pelatihan, yakni:
Noviria menjelaskan, pelatihan menggunakan metode Competency Based Training (CBT) dengan komposisi 30 persen teori dan 70 persen praktik di bengkel kerja BLK Bandar Lampung.
Di akhir pelatihan, seluruh peserta akan mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sebagai bekal memasuki dunia kerja.
( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra )