Diskusi CELIOS: Ketergantungan Ekonomi Pada Sektor Ekstraktif Jadi Bom Waktu Bagi Daerah
Ari Maryadi August 04, 2026 10:22 PM

 

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menyoroti ketergantungan pertumbuhan ekonomi pada sektor ekstraktif.

‎‎Ia menjelaskan, ketergantungan pada sumber daya alam (SDA) dapat menciptakan jebakan bagi daerah.

‎‎Jebakan tersebut akan menjadi bom waktu ketika sumber daya alam yang selama ini dieksploitasi mulai habis.

‎‎Persoalannya, bagaimana kondisi daerah yang alamnya telah habis dieksploitasi dan bagaimana kelangsungan hidup tenaga kerja yang selama ini bergantung pada sektor ekstraktif tersebut.

‎‎"Bagaimana setelah SDA (Sumber Daya Alam) kita habis," ujarnya saat menjadi narasumber dalam kegiatan diskusi Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Sulawesi Selatan di Red Corner Cafe, Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Kota Makassar, Selasa (4/8/2026).

‎‎Dalam forum diskusi yang mengangkat tema Kaya SDA, Miskin Anggaran: Reformasi Pajak Hijau Meretas Ketimpangan Fiskal Daerah, Bhima mengajak peserta mendiskusikan dampak ketergantungan pada industri ekstraktif.

‎‎Ia juga mengajak para akademisi untuk menjadi pencerah di tengah masyarakat terkait berbagai isu lingkungan dan ekonomi yang ada.

‎‎"Tidak saja menjaga kampus, tapi bisa menyadarkan masyarakat bahwa kondisi ekonomi sekarang itu butuh jalan keluar. Tentu butuh sumbangsih dari akademisi," ujarnya.

‎‎Bhima mengungkapkan, ketergantungan pertumbuhan ekonomi pada sektor SDA harus mulai dipikirkan kembali.

‎‎Ia menyebut banyaknya anak muda yang saat ini tertarik bekerja di sektor tambang menyimpan potensi masalah ketika hasil bumi yang ditambang telah habis dan perusahaan tidak lagi beroperasi.

‎‎Pertanyaannya, ke mana para mantan pekerja tersebut akan menyambung hidup, terutama bagi masyarakat lokal yang tanahnya telah rusak akibat aktivitas pertambangan.

‎‎Selain itu, kata Bhima, ketergantungan pada sektor tambang juga berpotensi membuat anak muda kehilangan keahlian yang sebelumnya diwariskan secara turun-temurun.

‎‎Masyarakat yang sebelumnya bekerja sebagai petani atau nelayan akhirnya beralih menjadi pekerja tambang maupun smelter.

‎‎Ketika perusahaan smelter berhenti berproduksi, mereka kembali ke kampung halaman. Namun, kampung tersebut sudah rusak akibat aktivitas tambang dan mereka kehilangan keahlian untuk kembali menjadi petani atau nelayan.

‎‎"Jadi ada banyak fenomena hasil dari penelitian kami, daerah-daerah yang tadinya subur dan akhirnya masyarakatnya memilih untuk keluar dari daerah tadi, bekerja pada smelter, bekerja pada tambang," jelasnya.

‎‎"Begitu banyak perusahaan-perusahaan smelter yang mulai menutup produksinya, mereka kembali lagi ke kampung, tapi kampungnya sudah rusak terkena tambang dan mereka kehilangan keahlian untuk bisa menjadi misalnya kembali lagi jadi petani ataupun jadi nelayan," sambungnya.

‎‎Salah satu daerah yang dicontohkan Bhima adalah Halmahera, Maluku Utara.

‎‎Karena itu, Bhima menilai pemerintah daerah harus mulai mencari alternatif ekonomi lain ketika sektor SDA mengalami tekanan.

‎‎"Jadi karena bergantung terus pada sumber daya alam, sehingga masyarakat itu harus mulai mencari jalan keluar. Pemerintah daerah juga harus mencari alternatif ekonomi," ujarnya.

‎‎Lebih jauh, Bhima menyoroti kecilnya dampak industri ekstraktif terhadap pendapatan daerah.

‎‎Ia mencontohkan Morowali yang disebut hanya menerima sekitar 2 persen dari total pendapatan nikel di kawasan industrinya.

‎‎"Iya, 2 persen dari total pendapatan nikel, di kawasan industrinya, ya," ucapnya.

‎‎Ia mendorong pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan, perkebunan berkelanjutan, dan perikanan sebagai alternatif ekonomi.

‎‎Menurutnya, hilirisasi juga perlu diarahkan pada sektor nonpertambangan.

‎‎"Jadi hilirisasinya sekarang bukan hilirisasi pertambangan yang harus didorong, tapi hilirisasi non-produk pertambangan," ucapnya.

‎Acara diskusi tersebut merupakan rangkaian kegiatan sebelum Milad ICMI ke-36 yang jatuh pada 7 Desember mendatang.

‎Hasil diskusi nantinya akan disampaikan dalam forum milad nanti.‎

‎"Kami menyelenggarakan banyak diskusi dalam kegiatan rangkaian milad ini dan akan disampaikan dalam forum milad nanti," kata Wakil Ketua ICMI Sulsel Adi Suryadi Culla.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.