TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda Kota Padang.
Saat meninjau lokasi banjir di RT 02/RW 06, Kelurahan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Selasa (4/8/2026), Mahyeldi langsung menginstruksikan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumbar mengerahkan alat berat untuk menutup aliran sungai yang berubah akibat derasnya arus.
Didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Mahyeldi meninjau rumah-rumah warga yang terdampak sekaligus melihat dinding penahan sungai yang jebol.
"Kita tentu turut berduka kepada masyarakat yang terkena musibah banjir. Hari ini kami turun karena Kota Padang menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak cukup parah," kata Mahyeldi.
Dari hasil peninjauan, ia mendapati aliran sungai berubah dari jalur semula akibat terjangan banjir.
Baca juga: Perempuan Tertabrak Kereta Api di Depan Bundaran UNP Padang, Saksi Sebut Korban Mundur ke Rel
Kondisi itu dinilai harus segera ditangani agar tidak kembali mengancam permukiman warga.
"Pantauan kami di lokasi ini aliran sungainya sudah beralih. Insya Allah nanti PSDA akan mengirim alat berat ke sini untuk menutup aliran tersebut agar sungai kembali ke jalur sebelumnya," ujarnya.
Mahyeldi menyebut, berdasarkan laporan sementara terdapat sekitar 15 titik banjir di Kota Padang.
Sejak malam sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumbar telah menurunkan jajaran untuk memantau kondisi di lapangan.
"Malam tadi Pak Wakil Gubernur sudah turun, hari ini kami juga turun kembali ke tengah masyarakat dan menggerakkan dinas-dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar untuk membantu penanganan," katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menyusul prakiraan cuaca dari BMKG yang menyebut potensi hujan masih terjadi dalam tiga hari ke depan.
Baca juga: Alasan Pemko Padang Belum Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir
"Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan. Jika hujan dengan intensitas tinggi terjadi, segera mencari tempat yang aman. Jangan memaksakan diri melintasi genangan air yang tinggi, jauhi pinggiran sungai, serta hindari daerah yang rawan tertimpa pohon saat angin kencang," ujarnya.
Terkait status kebencanaan, Mahyeldi mengatakan Pemerintah Provinsi Sumbar hingga kini belum menetapkan status tanggap darurat.
Menurutnya, penanganan masih dapat dilakukan dengan sumber daya yang tersedia.
"Sampai sekarang belum. Saya melihat kondisi ini masih bisa kita tangani. Pemerintah Kota Padang juga sudah bergerak, sementara pemerintah provinsi memberikan dukungan dan terus melakukan pendataan agar bantuan kepada masyarakat bisa segera disalurkan," katanya.
Mahyeldi menegaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar warga terdampak banjir terpenuhi sembari mempercepat penanganan di titik-titik yang mengalami kerusakan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman. (*)